Gawat, Diduga Dihentikan, Kasus Kekerasan Jurnalis Dikecam DPC GMNI

  • Bagikan

Timor Berita. Atambua- Kinerja Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur (Polda NTT) mendapat kecaman dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Belu. 

Kecaman ini beralasan karena diduga kasus kekerasan terhadap salah satu jurnalis lokal (GardaMalaka.com) di Kabupaten Malaka dihentikan penanganannya oleh Subdit Tindak Pidana Umum (Tipidum) Polda NTT.

” Kita kecam tindakan Polda NTT atas penanganan kasus pengeroyokan wartawan Gardamalaka. Sudah ditetapkan sebagai tersangka tapi kasusnya dihentikan alasannya tidak cukup bukti,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) GMNI Cabang Belu Henrianus A. Modok, Selasa (2/2/21).

Baca Juga:  Bandara Kabir Alor Diresmikan, Maret Penerbangan Kupang Pantar

Henrik menilai pananganan kasus ini terkesan ada indikasi kepentingan lain sehingga memperhambat persoses hukumnya.

Padahal peroses pengalihan kasus oleh Polres Malaka ke Polda NTT status mereka adalah tersangka.

Ia menilai pihak Polda dan Polres sedang mempermainkan kasus pengeroyokan wartawan Garda Malaka. Ketiga tersangka pengeroyokan wartawan, salah satunya anggota Fraksi Golkar DPRD Malaka.

“Apakah salah satu pelaku adalah anggota DPRD sehingga penangan kasus ini berbelit-belit ,” kesal Henri.

Baca Juga:  Genjot Ekonomi Masyarakat, Projamin Belu Bergerak di Pandemi Covid-19

Terhadap kasus tersebut lanjut Henri menegaskan pihaknya tidak diam, sebab tindakan yang dilakukan ketiga tersangka yang ditetapkan sangat tidak terpuji. Terhadap wartawan saja begitu apalagi terhadap masyarakat kecil.

Untuk itu GMNI Belu akan membangun kosolidasi barisan bersama DPD GMNI NTT dan cabang lainnya di NTT untuk melakukan aksi besar-besaran di Polda NTT.

Polda NTT mengeluarkan surat ketepapan Nomor S.Tap/I/ 2021/ Ditreskrimum tentang penghentian penyidikan. Surat ketetapan penghentian dikeluarkan sejak 28 Januari 2021.

Baca Juga:  Kepala Sekolah SDI Ndora Nagekeo Tewas Ditikam Orang Tua Siswa

Berdasarkan hasil penyidikan terhadap saksi dan terlapor, ternyata peristiwa yang diduga tindak pidana yang dipersangkakan terhdap terlapor tidak cukup bukti atau peristiwa tersebut bukan tindak pidana.

Atau penyidikan dihentikan demi hukum sehingga penyidikan atas perkara terlapor dihentikan dengan menerbitkan surat ketetapan penghentian penyidikan.

Sehingga memutuskan menghentikan penyidikan perkara atas nama terlapor Raymundus Seran Klau dkk. (Vik/ 06-TBc)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!