Pejabat Negara Saksikan Ritual Adat Pembersihan Lokasi Gedung Sekolah

  • Bagikan

 

ATAMBUA,Timorberita.com-Gedung Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan Politeknik Dr. Benediktus Mboi, M.Ph dibangun di perbatasan RI-RDTL.

Lokasi pembangunan gedung sekolah di bangun oleh Kementrian Pertahanan (Kemenhan) RI, lokasinya di Desa Fatuketi Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu Provinsi NTT.

Tahapan pembangunannya diawali pembersihan lokasi di tandai ritual adat. Disaksikan Staf Ahli Bidang Politik Kemenhan RI, Mayjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi dan Pjs Bupati Belu, Zakarias Moruk, Selasa (29/ 9/2020).

Baca Juga:  Segel Ruang Pimpinan DPRD Masuk Pelanggaraan, Tindakan Oknum Bisa Dipolisikan

Kesempatan itu Pjs. Bupati Belu Zakarias Moruk, mengajak semua komponen masyarakat untuk mendukung kehadiran SMK dan Politeknik yang di bangun di perbatasan Negara ini. Semoga dukungan restu leluhur melalui ritual adat bisa membuka jalan agar pembangunan sekolah berjalan lancar.

Zakarias mengatakan dukungan dan perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan sumber daya manusia di Belu sangat luar biasa. Sehingga atas nama masyarakat Belu menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat melalui Kemenhan RI.

Baca Juga:  Embung Rusak, DPRD Malaka Minta APH Turun Tangan

“Terima kasih untuk pemerintah pusat yang sudah mendirikan sekolah ini. Kehadiran sekolah untuk meningkatkan SDM di perbatasan negara,” sebutnya.

Sementara Mayjen TNI Drs. Nugroho Sulistyo Budi, Staf Ahli Bidang Politik Kemenhan RI mengatakan pembangunan sekolah sebagai wujud komitmen untuk mengembangkan wilayah perbatasan. Melalui dukungan kehadiran sekolah untuk meningkatkan SDM di beranda terdepan Indonesia.

“Saya hadir disini untuk mewujudkan tujuan yang baik untuk warga perbatasan.

Nugroho menambahkan kehadiran gedung SMK dan Politeknik sebagai penghormatan atas semangat juang tokoh nasional asal NTT Dr. Ben Mboi, M.Ph yang sangat mencintai tanah air. Semoga kehadiran sekolah selalu di kenang anak cucu di masa mendatang.

Baca Juga:  Kejati NTT Bongkar Mafia Transaksi Jual Tanah Negara, Dua WNA Kebagian Jatah Haram

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Belu yang sudah mendukung kehadiran sekolah ini.

Dirinya kagum tradisi adat isitiadat untuk pembersihan lahan. Sebab kehadiran sekolah menjadi kebanggaan anak cucu di masa yang akan dating. (ren/tim)

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!