Gegara Handphone Disita, Pelajar di Rote Ndao Tewas Gantung Diri

  • Bagikan

Kasat Reskrim James J. Mbau, menuturkan hasil pengumpulan bahan dan keterangan saksi, kejadian ini bermula Selasa tanggal 26 Oktober 2021, sekitar pukul 06.00 Wita.

Saksi Bellandina Martinus yang merupakan ibu korban keluar dari rumahnya untuk pergi bekerja mengumpul pasir di lokasi Pantai Mo’i.

Ibundanya sempat melihat korban yang sementara berada di rumah, sekitar pukul 10.00 Wita. Namun ketika kembali ke rumah, korban tidak lagi berada dirumah.

Ibundanya berpikir anaknya (korban) sedang bermain bersama teman temannya di rumah tetangga.

Saat itu ibu korban mengajak adik korban untuk pergi ke Desa Papela untuk membeli ikan. Sekitar pukul 11.30 Wita, saat kembali ke rumah namun korban belum juga di rumah.

Baca Juga:  Sah, Dionisius Ulan Ganti Amandus Nahas, Ini Pesannya

Ibu korban merasa khawatir dan mulai mencari di sekitar rumah namun korban tidak ditemukan.

Merasa tidak tenang ibu korban memutuskan untuk mencari korban ke dalam Hutan Sutulai. Lokasi hutan ini sering menjadi tempat korban jika ada permasalahan di rumah, sering korban pergi menyendiri di lokasi hutan.

Selanjutnya, dalam perjalanan ke Hutan Sutulai, ibu korban bertemu Gerson Balama yang sementara bekerja palester di rumah milik salah satu warga. Ibu korban bertanya keberadaan korban, namun Gerson menjawab bahwa dirinya tidak melihat korban.

Baca Juga:  Kebakaran di Terminal; Api Muncul Dari Batas Kios Dopar dan Rokim

Ibu korban melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan yang jaraknya dengan tempat kerja Gerson sekira ± 200 m.

Saat tiba di dalam hutan ibu korban melihat korban yang pada saat itu tidak mengenakan baju sementara tergantung di pohon Faloak, dengan seutas tali nilon warna kuning.

Melihat kejadian itu ibu korban langsung memotong tali yang dipakai korban untuk gantung diri menggunakan sebilah parang yang di pegangnya.

Setelah melihat kejadian tersebut, saksi Gerson kemudian langsung berlari ke arah perumahan warga untuk meminta bantuan.

Baca Juga:  Meski Menuai Protes, Bupati TTU Tetap Buka Pameran

Keterangan ibunda berbeda dengan adik korban. Ia mengungkapkan bahwa hari Senin 25 Oktober 2021, sekitar pukul 17.00 Wita, ibu menyuruh kalanya (korban-red) untuk sama -sama ke lokasi Pantai Mo’i untuk mengumpulkan pasir.

Namun korban menolak tidak mau membantu ibunnya sehingga ibunya memarahinya. Tidak terima dimarahi, korban bamaki mengeluarkan kata yang tidak etis terhadap ibunya.

Mendengar kata makian itu sang ibu langsung menyita handphone korban. Korban tidak mau membantu ibunya mengumpulkan pasir karena lebih suka main game online free fire. (Tonda/LasN)

  • Bagikan