Gempa dan Tsunami Dahsyat Diprediksi Sapu Habis Kota Padang! Ini Penjelasan Ilmuwan

  • Bagikan

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumbar mencatat telah terjadi 17 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sumbar pada 16 hingga 22 Oktober 2020.

Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Padang Panjang, Mamuri saat dihubungi dari Padang, Jumat 23 Oktober, mengatakan berdasarkan pantauan BMKG Padang Panjang, terdapat 17 kali kejadian gempa bumi di wilayah Sumbar sejak sepekan terakhir.

Ia menyebutkan dari 17 kali kejadian gempa bumi yang tercatat oleh BMKG stasiun geofisika Padang Panjang tersebut terdapat enam kali gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat, berpusat di Kepulauan Mentawai.

Baca Juga:  Juni Pendaftaran, Jatah Belu 501 CPNSD dan PPPK

Gempa terjadi pada Minggu 18 Oktober dengan kekuatan 5.1 magnitudo, Senin 19 Oktober dengan dua kali getaran yakni pada 07.31 WIB berkekuatan 5.8 magnitudo dan 07.47 WIB berkekuatan 5.7 magnitudo yang ikut dirasakan di daerah Padang, Painan, Mentawai, Mukomuko, Kota Bengkulu, Kepahiang, dan Bengkulu Utara.

“Selanjutnya, gempa tersebut kembali terjadi pada Selasa 20 Oktober 2020 dengan kekuatan 4.5 magnitudo yang dirasakan di daerah Pulau Siberut,” kata Mamuri.

Dari kejadian gempa tersebut tidak berdampak terhadap kerusakan bangunan yang ditimbulkan akibat gempa dan tidak berpotensi tsunami,” kata dia.

Baca Juga:  Lowongan Bintara TNI AL Dibuka Hingga 22 Januari, Begini Syaratnya

Lebih lanjut Mamuri menyebutkan selain di Sumbar, juga terdapat 10 kali kejadian gempa bumi di daerah sekitarnya yakni sembilan kali di Bengkulu dan satu kali di wilayah Jambi. Sehingga total kejadian gempa bumi selama sepekan terakhir yakni sebanyak 27 kali.

Dari 27 kejadian gempa bumi yang tercatat di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, merupakan gempa bumi dengan magnitudo M>5 sebanyak 7 kejadian, 3 < M > 5 SR sebanyak 15 kejadian, > 3 SR sebanyak 4 kejadian,” kata dia.

Baca Juga:  Tabur Bunga di Taman Seroja Haliwen, Begini Suasananya

Lebih lanjut Mamuri mengatakan kejadian gempa bumi yang tercatat tersebut merupakan gempa bumi dangkal.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap waspada dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya mengenai informasi tentang kejadian gempa.

Mau tau pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG),

website ( https://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id).), atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg. (jurnalpresisi/gio/timor)

  • Bagikan