Giliran Geledah Kantor Camat Komodo dan Kantor Lurah Labuan Bajo

  • Bagikan

 

Timorberita. Labuan Bajo-Kasus dugaan korupsi jual beli asset negara di Manggarai Barat dengan nilai kerugian mencapai Rp 3 Triliun. Kasus ini bakal menyeret sejumlah oknum pejabat penting.

Kini tim penyidik Pidsus Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur, yang dikoordinir Jaksa Robert Jimmy Lambila dan Jaksa Roy Riyadi mantan Jaksa KPK, kembali melanjutkan penggeledahan di kantor Camat Komodo dan kantor Lurah Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Ada PMH, Kasus Penyertaan Modal PD Mutis Jaya Naik Penyidikan

Hal ini disampaikan Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, Selasa (13/10/2020).

Ia menjelaskan penggeledahan dan penyitaan dilanjutkan pada dua kantor itu untuk kepentingan penyelidikan kasus dugaan korupsi jual beli aset negara di Kabupaten Manggarai Barat.

” Tim geledah di Kantor Camat Komodo dan kantor Lurah Labuan Bajo,” sebutnya.

Dikatakan penggeledahan berlangsung sejak pukul 11 : 00 wita hingga pukul 17 : 00 wita. Hasilnya tim penyidik Tipidsus Kejati NTT berhasil menyita 28 dokumen penting yang berkaitan dengan kasus jual beli aset negara di Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Hakim Vonis 10 Tahun Jeruji Untuk Mantan Kepala Cabang Bank NTT Surabaya

“Tim berhasil menyita puluhan dokumen penting yang berkaitan dengan kasus jual beli aset negara di Kabupaten Manggarai Barat,” terang Abdul.

Menurut Abdul, dalam kasus dugaan korupsi yang dilakukan sehari sebelumnya, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT telah memeriksa para pejabat di Kabupaten Manggarai Barat.

Diantaranya Bupati Manggarai Barat, Agustinus CH. Dula, Asisten I, Sekda Kabupaten Manggarai Barat dan anak dari ahli waris.

Baca Juga:  Polres dan Kodim Belu Gelar Vaksinasi dan Baksos, Kapolri dan Panglima Pantau dari Labuan Bajo

Hasilnya, Pidsus Kejati NTT berhasil sita dan amankan puluhan dokumen berkas dan menyita handphone milik Bupati Agustinus C. H Dula dan Kabag Tata Pemerintahan Ambros Sukur. (RL/Tim)

  • Bagikan