Hakim MK Tolak Petahana, Wajah Baru Pimpin Malaka dan Belu

  • Bagikan

TimorBerita. Jakarta || Gugatan hasil pilkada Kabupaten Malaka yang diajukan pasangan calon petahana Stef Bria Seran dan Wandelinus Taolin (SBS-WT), resmi di tolak Hakim Majelis Mahkamah Konstitusi (MK).

Putusan Majelis Hakim MK, terhadap perkara Nomor 24/PHP.BUP-XIX/2021 Kabupaten Malaka, digelar Kamis (18/3/2021), disiarkan melalui daring You Tube.

Sidang pengucapan putusan yang dibacakan majelis hakim MK, hasilnya sebanyak 9 hakim secara bulat menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya.

Dengan amar putusan ini, KPU Malaka diminta oleh MK untuk secepatnya memproses dan menetapkan pasangan calon terpilih Simon Nahak-Kim Taolin (SN-KT) sebagai pemenang pilkada.

Baca Juga:  Warga Rinhat Nilai Sosok Simon - Kim Layak Kelola Potensi Malaka

Dengan demikian kedua wajah baru Simon Nahak dan Kim Taolin siap dilantik untuk memimpin Kabupaten Malaka.

Cuma tahu, berdasarkan hasil pleno KPU Malaka, perolehan suara Paket SN–KT meraup 50.890 suara (50,49%). Sedangkan SBS–WT terpaut dengan perolehan 49.906 suara (49,51%).

Sahabat Ditolak, Sehati Siap Dilantik

Hal serupa terjadi untuk Kabupaten Belu. Sidang putusan perkara Nomor 18/PHP.BUP-XIX/2021, yang dipimpin Ketua MK Anwar Usman, Kamis (18/3/2021) disiarkan melalui YouTube.

Hasilnya sebanyak 9 hakim secara bulat menyatakan menolak permohonan pemohon untuk seluruhnya.

” Amar putusan, mengadili, dalam eksepsi. Menolak eksepsi termohon dan pihak terkait berkenaan dengan kewenangan Mahkamah dan permohonan Pemohon tidak jelas. Dalam pokok permohonan. Menolak permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” sebut Anwar diikuti ketukan palu.

Baca Juga:  Kesal, Kades Besikama Berhentikan Sebelas Anggota LPM

Terhadap amar putusan itu, kuasa hukum KPU Belu, Edy Gurning menyambut baik. Putusan hakim konstitusi menolak permohonan pemohon dengan dasar dan bukti.

Menurut Edi putusan hakim membuktikan bahwa KPU Belu tidak salah dalam melaksanakan penyelenggaraan pilkada. Sehingga tudingan adanya kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) tidak terbukti.

Selanjutnya KPU Belu diminta oleh MK untuk secepatnya memproses dan menetapkan pasangan calon terpilih Taolin Agustinus dan Aloysius Haleserens sebagai pemenang pilkada.

Baca Juga:  Kasus Bawang Merah Malaka Kembali Bergulir, Araksi NTT Pastikan KPK Periksa SBS

Dengan putusan MK maka Agus Taolin dan Aloysius Haleserens siap dilantik memimpin Kabupaten Belu. Kedua wajah baru siap memimpin Belu, menggantikan paslon incumbent Willybrodus Lay dan JT. Ose Luan, yang terpaut tipis pada Pilkada 9 Desember 2020.

Sekedar tahu, KPU Belu telah menetapkan paslon Nomor Urut 2, Agustinus Taolin-Aloysius Haleseren (Paket Sehati) sebagai pemenang dalam Pilkada Belu dengan perolehan 50.623 suara. Paslon ini unggul tipis atas paslon petahana Wilybrodus Lay-J. T. Ose Luan yang meraih 50.376 suara. (Azk/02)

Editor Azka Gerdus

  • Bagikan
error: Content is protected !!