Hakim Vonis Muhamad Ruslan 10 Tahun, Kuasa Hukum Masih Pikir Pikir

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –Sidang kasus dugaan korupsi investasi modal kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Kamis (26/11/2020).

Dalam amar putusan hakim terdakwa Muhamad Ruslan divonis 10 tahun pidana penjara.

Sidang yang dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, dengan agenda pembacaan putusan untuk terdakwa Muhamad Ruslan.

Sehingga dalam amar putusan majelis hakim menegaskan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan.

Melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum. Menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  Kasus Jonas Salean, Penyidik dan Tuhan Yang Tahu

Dalam amar putusan terdakwa divonis selama 10  tahun penjara, karena terbukti bersalah, dan terbukti secara sah dan meyakinkan.

Melakukan tindak pidana korupsi, kasus kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya.

Terdakwa Muhamad Ruslan selain dipidana kurungan 10 tahun, juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp 500. 000. 000 subsidair 6 bulan kurungan. 

Dalam amar putusan majelis hakim kembali menegaskan bahwa terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 9.050.000.000 yang diperhitungkan dalam barang bukti sebesar Rp 9. 509. 924. 58.

Baca Juga:  Suami Merantau, Nyonya YS Tertangkap Mesum

Dan sisanya sejumlah Rp 459. 924. 588 dikembalikan kepada terdakwa.

Menurut majelis hakim, perbuatan terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal  2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Baca Juga:  Mantan Kepala BIN Gories Mere Diperiksa Besok, Disusul Karni Elyas

Usai pembacaan putusan, kuasa hukum terdakwa, George Nakmofa menyatakan pikir – pikir atas putusan majelis haki.

Begitu pula JPU Kejati NTT, Hendrik Tiip menyatakan pikir – pikir atas putusan majelis hakim. Diberi kesempatan waktu yang diberikan selama 7 hari kedepan.

Sidang putusan terhadap terdakwa Muhamad Ruslan dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi, didampingi hakim anggota, Ali Muhtarom dan Ari Prabowo.

Sedangkan terdakwa Muhamad Ruslan didampingi kuasa hukumnya, George Nakmofa.

Hadir JPU, Herry C. Franklin, Emerensiana Jehamat dan Hendrik Tiip.
(Red/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!