Hari Ini, Uskup Atambua Minta Pemberkatan Nikah Ditiadakan

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua || Hari ini, Uskup Atambua Mgr. Dominikus  Saku, Pr mengeluarkan petujuk praktis pastoral terkait penyebaran Covid-19 yang makin luas di wilayah Keuskupan Atambua. Uskup minta minta paroki- paroki untuk meniadakan misa pemberkataan nikah dan permandian mulai hari ini, Sabtu (3/7/2021).

Petunjuk pastoral yang dikeluarkan  tanggal 3 Juli 2021 dan ditandangI uskup Atambua Mgr. Dominikus Saku, Pr terdiri dari 4 poin yang perlu mendapat perhatian dari berbagai kalangan terutama umat Katolik di seluruh wilayah keuskupan Atambua yakni kabupaten Belu, Malaka dan TTU.

Petunjuk pastoral Uskup Atambua dilakukan terkait jumlah positif covid 19 di Kabupaten Belu, TTU dan Malaka. Selain itu juga terkait pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Mikro – Darurat (PKMMD) yang dikeluarkan pemerintah pusat.

Baca Juga:  Eksepsi Jonas Salean di Tolak, Pekan Depan Pemeriksaan Saksi

Dalam surat petunjuk Uskup Atambua dengan nomor Prot. No: 117/2021 antaranya uskup minta agar pelayanan misa hari Minggu, hari raya dan dan lain-lain tetap  dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Point kedua kegiatan pelayanan misa pemberkatan  nikah, penerimaan Komuni pertama ditiadakan. Selain itu acara syukuran pentahbisan, pernikahan, komuni Pertama ditiadakan.

Baca Juga:  Pilpres 2024, Duet Cak Imin - AHY Atau Puan - Cak Imin

Begitupun kegiatan pelayanan lain yang melibatkan banyak kerumunan massa juga ditiadakan.

Diberitakan sebelumnya di Kefamenanu, jumlah positif  Covid-19 di wilayah TTU menjadi 41 orang yang tersebar di beberapa Kecamatan di TTU. Namun dari 41 orang justru lebih banyak dari kecamatan Bikomi Selatan yakni Desa Maurisu 19 orang dan Desa Oelami 6 orang.

Baca Juga:  Mantan Kepala Desa Kereana Protes, Namanya Diseret Temuan Dana Desa

Sementara itu di Belu yang sebelumnya berada di zona hijau statusnya kembali zona merah. Sesuai rilis data Satgus Covid-19 satu bulan belakangan menanjak hingga 82 kasus.

Begitu pula kondisi Kabupaten Malaka terjadi serupa angka terus bertambah dari waktu ke waktu. Untuk itu pergelaran acara adat, pesta nikah, komunio pertama dan permandian begitu semarak perlu dihentikan sementara. (kend)

  • Bagikan
error: Content is protected !!