Hasil Otopsi Jenasah Sudah Ada, Kasat Reskrim Belu; Kami Tidak Bungkam Apalagi Diamkan

  • Bagikan

TimorBerita, Atambua – Hasil atopsi jenazah Yohanes Taek (73) di Dusun Fatubesi A, Desa Fohoeka, Kecamatan Nanaet, Kabupaten Belu pada Sabtu, menuai banyak kontroversi.

Hasil atopsi sudah ada dan penyidik Polres mengklarifikasi bahwa pihaknya selalu terbuka sejak awal dilakukan atopsi.

Kapolres Belu AKBP Yosef Krisbianto melalui Kasatreskrim Polres Belu AKP Sujud Alif Yulamlam, saat dikonfirmasi wartawan selasa 21 Desember 2021 di ruang kerjanya mengatakan pihaknya bekerja secara optimal untuk mengungkap kasus ini.

Baca Juga:  Sentuhan Polres Malaka Untuk Koban Banjir Desa Mota'ain

“Kita tidak bungkam apalagi mendiamkan kasus ini. Untuk hasil visum dan hasil outopsi sudah ada berupa SP2HP menerangkan perkembangan kasus bahwa hasil VER dan otopsi yang sudah ada di tangan penyidik. Namun hasilnya belum bisa kita sampaikan ke media,” ungkap pria kelahiran Kendari ini.

Lebih lanjut Alif yang sudah menjadi Kasat Reskrim sejak tahun 2016 ini mengatakan untuk sementara pihaknya sedang melakukan penanganan lebih lanjut terkait kasus ini.

Baca Juga:  Curi Sapi Pakai Mobil Pick Up Polres Belu Amankan Lima Pelaku

“Kita sementara menyelesaikan beberapa langkah hukum berkaitan kasus ini seperti pemeriksaan saksi. Kita langkah hukumnya sudah selesai barulah kemudian kita sampaikan hasil ke keluarga dan minta izin ke keluarga untuk disampaikan ke media dan terbuka untuk umum”, paparnya.

Ia juga menghimbau kepada pihak keluarga korban untuk bersabar dan menghargai proses hukum yang sementara berjalan.

Menurut Alif proses pelaksanaan harus berjalan secara optimal sehingga menghasilkan penangan yang baik.

“Proses Hukum itu tidak gampang karena namanya juga proses pasti butuh waktu sehingga mari kita sama-sama kawal kasus ini agar berjalan dengan baik”, pintanya.

Baca Juga:  Kapolres Belu Tegas Bubarkan Kerumunan, Tidak Ada Pesta Pergantian Tahun

Lebih lanjut AKP Alif mengungkapkan kekesalannya terhadap apa yang telah diberitakan sebelum. Menurutnya, kritikan dan sindiran itu biasa demi peningkatan kinerja Kepolisian namun jangan mengadu domba.

“Pemberitaan harus fair, artinya jangan mengadu domba antara penyidik Polsek dan keluarga. Seharusnya fakta yang dijelaskan dan diklarifikasi itulah yang dirilis”, tandasnya. (Ren/Gio)

  • Bagikan