Hikmah Dibalik Pilkada Malaka, Jangan Saling Menyudutkan

  • Bagikan

TimorBerita.Betun – Pleno rekapitulasi penghitungan suara Pilkada Kabupaten Malaka tingkat kabupaten sudah berakhir.  Tinggal tahapan pleno penetapan pasangan calon terpilih.  Meski begitu Komisi Pemilihan Umum Malaka, saat ini harus menyiapkan berkas untuk menghadapi gugatan sengketa hasil di Mahkamah Konstitusi.

Paslon nomor urut 2 Stefanus Bria Seran- Wendelinus Taolin (SBS-WT), resmi mendaftar di MK, Jumat (18/12/ 2020) pukul 12.44 Wib, melalui kuasa hukum, Yafet Yosafet Wilben Rissy dkk. Akta pengajuan permohonan pemohon (AP3) dengan nomor: 25/PAN/.MK/AP3/12/2020.

Tokoh Pemuda Malaka, Alfred Dominggus Klau, ikut bersuara menyikapi gugatan sengketa hasil Pilkada. Pesta demokrasi Kabupate Kabupaten Malaka ini menarik untuk disimak bahkan menjadi perhatian publik luar daerah.

Baca Juga:  Fronteira Garden Hadir di Batas Negara Ajak Petani Milineal

Menurutnya demokrasi itu untuk menempatkan semua pihak pada posisi sederajat dalam mewujudkan tujuan bersama yaitu kesejahteraan. Sehingga dalam kompetisi menang dan kalah dalam proses berdemokrasi adalah sebuah kewajaran. Sehingga jangan terjebak demokrasi formalitas yang hanya merupakan proses mengantar seseorang pada posisi kekuasaan.

” Kita tidak boleh terjebak demokrasi sebagai tujuan, karena itu hanya instrumen. Demokrasi itu sebagai sarana untuk mencapai kesejahteraan untuk masyarakat Malaka,” tandasnya.

Baca Juga:  Kasus Tanah Labuan Bajo, Penyidik Tipidsus Kejati NTT Temukan Aliran Miliaran Rupiah

Alfred menilai langkah gugatan hasil Pilkada ke Mahkamah Konstitusi sebagai tindakan wajar karena hak seseorang  diatur dan lindungi hukum. Seperti paslon SBS-WT ingin mendapatkan keputusan final atas dugaan kecurangan yang ditemukan dalam proses Pilkada.

“Ya bagi saya itu langkah yang wajar ditempuh paslon ketika merasa tidak puas. Sehingga memilih jalur hukum mengajukan gugatan sengketa hasil pilkada ini,” tandasnya.

Mantan Ketua Umum IMMALA Kupang ini mengatakn sambil menunggu proses penyelesaian perselisihan hasil pillkada melalui Mahkamah Konstitusi, Ia meminta agar masyarakat menghargai dan menjunjung tinggi hak hukum dari paslon nomor urut 2 SBS WT yang sedang berproses. Dikatakan, sebagai warga negara yang baik harus menghormati dan menerima apapun putusan Majelis Hakim dalam sidang sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) nanti.

Baca Juga:  Malaka Butuh Sosok Pemimpin Sederhana, SN – KT Pilihan Tepat

Oleh karena itu masyarakat jangan saling menyudutkan satu sama lain. Tetapi harus mengambil hikmah dibalik proses Pilkada Malaka.

” Pilkada ini merupakan proses pendewasaan dan pembelajaran politik yang luar biasa untuk masyarakat umum khususnya Malaka,” ucapnya.(Joka/Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!