Hikmah Natal Mantan Sekda Ajak Masyarakat Bersatu Bangun Malaka

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Masyarakat Kabupaten Malaka khususnya umat Kristiani yang merayakan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, membawa pembaharuan ditengah Pilkada Malaka.

Kelahiran sang juru selamat, raja damai
yang merendahkan diri yang lahir dikandang hina. Membawa kedamaian dan pembaharuan hidup baru untuk masyarakat Malaka.

Tokoh Masyarakat Malaka, Petrus Bere saat ditemui di kediamannya di Atambua Kamis (24/12/2020) mengatakan, Natal dan Tahun Baru mengajak semua warga Malaka untuk saling memaafkan. Belajar dari perbedaan untuk membangun Malaka ibarat pelangi.

“Pelangi indah dari semua warna, tetapi menyatu dan membentuk sebuah pandangan yang indah,” ujar Petrus

Mantan Sekda Belu ini menuturkan polarisasi dukungan dalam kontestasi Pilkada Malaka, diwarnai perbedaan pilihan. Bahkan sampai terjadi konflik kepentingan, tapi sudah berakhir.

Baca Juga:  Gaya SN KT Jalan Keliling Kampung Perkuat Peran Komunitas Adat Malaka

” Berbeda itu baik tetapi semua kita harus hargai perbedaan itu. Tujuanya kita semua untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat untuk perubahan dan kemajuan Malaka.

Menurut Petrus pembangunan kedepan semoga terwujud diera kepemimpinan paket SN-KT. Untuk menggapai impian masyarakat, Mantan Sekda Belu mengajak semua elemen masyarakat Malaka untuk menyatukan kembali perbedaan-perbedaan yang ada.

” Mari kita semua satukan perbedaan. Harus ada tim yang baru namanya Tim Kerja Malaka ( Tirmala).

Menurut Petrus melalui Tim Tirmala, tentunya semakin memacu kinerja semua jomponen masyarakat dari sebelumnya berbeda dukungan. Saatnya lupakan perbedaan dan memulai kerja keras dan cerdas dibingkai dalam program Sakti.

Baca Juga:  ASN Malaka Ditugaskan Balik Kampung Pantau TPS, Begini Isi Suratnya

“Sakti bukan program kerja baru yang turun dari
langit. Tetapi program kerja SN-KT bupati dan wakil bupati terpilih,” jelasnya.

Dikatakan program swasembada pangan dari sektor pertanian akan tetap menjadi fokus utama, karena sektor ini
merupakan penyumbang terbesar ( 22 %) terhadap PDRB
Malaka.

Menurut Petrus untuk mewujudkan swasembada/kedaulatan pangan bagi masyarakat Malaka, tentunya dapat diwujudkan melalui
peningkatan extensifikasi dan intensifikasi
pertanian.

Dikatakan kegiatan ektensifikasi pertanian akan dilakukan
dengan cara perluasan lahan pertanian. Seperti optimasi dan optimalisasi lahan pertanian.
Salah satu cara optimasi lahan adalah termasuk
balik tanah gratis. Cara kedua adalah melalui
Pencetakan Lahan Baru secara gratis (perang melawan lahan tidur) baik
lahan basah maupun lahan kering.

Baca Juga:  Pendukung KRS Minta Bupati dan Wabup Malaka Terpilih, Layani Tanpa Pilih Kasih

Lanjut Petrus dibidang kesehatan, masyarakat tidak perlu kuatir
karena akan tetap dilakukan pelayanan kesehatan secara gratis sesuai
ketentuan yang berlaku.

Demikian juga program-program lain yang merupakan
pelayanan dasar bagi masyarakat yang sudah dilaksanakan selama
lima tahun yang lalu, pasti akan dilanjutkan oleh pemimpin yang
baru.

“Oleh karena itu, kita juga perlu berterima kasih
kepada pemimpin petahana yang telah meletakkan
fondasi pembangunan,” ujarnya.

Sehingga SN-KT lanjut Petrus boleh melanjutkannya untuk kepentingan masyarakat Malaka kedepan.
Bahwa masih ada kekurangan, tugas kita adalah memperbaiki menjadi baik, dan bagi yang sudah baik kita
lanjutkan menjadi lebih baik. (Cell/Gio)

  • Bagikan