Hutan Lindung Kateri Dijadikan TPA Sampah, Warga Protes Datangi DPRD Malaka

  • Bagikan

Timor Berita. Betun- Lokasi hutan lindung Suaka Marga Satwa di Desa Keteri, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur, dijadikan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah.

Tak puas Forum Pemuda Peduli Lingkungan Malaka, Selasa (16/2/21) menggelar aksi demonstrasi mendatangi Komisi III DPRD Kabupaten Malaka.

Saat melintas massa sempat membuang sampah sebagai bentuk protes di pintu masuk kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Malaka.

Massa yang dipimpin Marcelus Seran membawa spanduk dengan tulisan Save Suaka Marga Satwa Kateri. Cinta Hutan Pemberi Hidup. Rupanya aksi protes yang dilakukan Forum ini agar lokasi hutan lindung itu tidak lagi dijadikan sebagai TPA.

Baca Juga:  Pemkab Malaka Bangun Tiga Puskesmas Berstandar Nasional

Selain itu massa juga mendesak pemerintah melalui Dinas PUPR untuk membersihkan kembali sampah yang berceceran di sepanjang jalan Kateri-Nurobo.

Paskalius Kehi Nahak yang juga tokoh masyarakat dalam orasinya mengaku kesal sudah ada sejumlah papan larangan yang terpasang agar tidak lagi membuang sampah di area itu.

Tetapi masih saja ditemukan tumpukan sampah bahkan berserakan hingga di bahu jalan.

” Bayangkan Dinas buang sampah sembarangan di lokasi hutang lindung. Sampah berserakan hingga di jalan,” kesal tokoh masyarakat ini.

Baca Juga:  Sentuhan Program Food Estate, Katrol Sumba Dari Kemiskinan

Paskalis mengaku selama ini warga terus memantau siapa pelaku yang sembarangan membuang sapah di lokasi itu.

Ternyata sebanyak empat truk yang tertangkap saat membuang sampah di hutan lindung Kateri pada Sabtu kemarin.

Lebih parah lagi bukan mobil msyarakat tetapi mobil berplat merah milik pemerintah yang membuang sampah.

Lanjut Paskalis pemerintah Kabupaten mestinya bertanggung jawab menjaga dan melestarikan linkungan.

Bukannya membuat polusi meresahkan masyarakat dan tidak menjaga lingkungan alam.

Sementara Koordinator Forum Pemuda Peduli Lingkungan Malaka, Marcelus Seran mengatakan aksi yang dilakukan sebagai bentuk protes sehingga secepatnya diperhatikan serius pemerintah.

Baca Juga:  Deklarasi Dukungan SN-KT "Membanjir" Biarkan Masyarakat Bebas Pilih

Selain itu para wakil rakyat bisa menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Sebab aksi yang dilakukan murni kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan.

Marcelus berharap pemerintah secepatnya menentukan lokasi TPA sesuai studi kelayakan sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat dan menjaga kelestarian lingkungan. Bukan menjadikan hutan lindung marga satwa sebagai TPA sampah.

” Kita mendesak agar Pemerintah Kabupaten segera memilih lokasi TPA yang layak sehingga tidak merusak lingkungan dan mengganggu masyarakat pelintas jalan itu,” ujar Marcelus yang biasa disapa Lodo. (Vic/06- Red)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan