Ibu Guru Paud Dianiaya dan Mau Dibunuh Oknum Warga Noenasi, Gegara Pagar Sekolah

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu – Ny, NH seorang Guru yang selama ini mengabdi di Sekolah Paud Kasih Desa Noenasi, Kecamatan Miomafo Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara, nyawanya nyaris melayang ditangan SL warga setempat.

Ibu guru mendapat tindakan kekerasan dengan cara dipukul dibenturkan ke tembok, dibanting ke tanah, bahkan nyaris menebas korban menggunakan parang. Beruntung ada isteri dan menantu pelaku yang sudah hadir dilokasi sehingga langsung merampas parang dari tangan pelaku.

Kejadian penganiayaan berlangsung di dalam kelas dan di halaman sekolah pada Selasa 23 November 2021.

Ny, NH kepada media ini menuturkan bahwa tindakan Kekerasan ini berawal dari pembongkaran pagar sekolah (PAUD) tanpa seijin pihak sekolah. Melihat pagar yang sudah dibongkar, korban bersama para rekan guru berinisiatif menghubungi pelaku agar pagar segera diperbaiki.

” Setelah beberapa hari pagar dibongkar kita hubungi pelaku kita tanya kenapa pagar sekolah dibongkar. Alasannya pelaku mau membawa masuk bahan bangunan ke lahanya di belakang sekolah untuk membangun,” ujarnya.

Baca Juga:  Bupati Belu Sudah Divaksin, Giliran Nakes dan Warga

Dikatakan setelah pelaku menjawab ingin membawa bahan bangunan sehingga pihaknya meminta tolong agar bisa memperbaiki pagar sekolah jika bahan bagunan tersebut sudah selesai diantar. Ironisnya beberapa hari kemudian pagar sekolah tidak juga diperbaiki.

Pihak sekolah pun kembali menghubungi beberapakali agar pagar segera diperbaiki karena para guru dan murid mau menanam tanaman karena sekarang musim hujan, tetapi juga tidak diperbaiki.

Lanjut korban pada hari Selasa sekitar pukul 08:00 wita saat dirinya berada di ruangan kelas sempat bertanya kepada sejumlah rekan gurunya, bahwa apakah pagar sudah perbaiki. Lalu rekan gurunya menjawab bahwa akan diperbaiki.

” Saat saya dan para guru berbincang rupanya pelaku sedang berada dilahannya yang letaknya persis di belakang sekolah dan mendengar perbincangan kami,” kisah korban.

Baca Juga:  Pamit Berburu di Hutan, Warga Oemanu Ditemukan Tewas, Begini Kronologisnya

Tak lama berselang setelah didalam kelas bersama para murid pelaku spontan masuk ke ruangan kelas dan langsung menyerangnya. Pelaku menampar, mendorong korban hingga terbentur ditembok. Selain itu korban ditarik keluar karena murid-murid yang berada di dalam kelas menangis histeris. Pelaku menarik tangan korban ke luar ruangan kelas dan membanting korban di tanah.

” Setelah saya dibanting dia (pelaku-red) mengambil parang dan mengayunkan parang mau tebas saya tetapi dihadang istri pelaku dan martuanya cepat merampas parang, isteri dan mertuanya juga ikut jatuh. Setelah parang dirampas saya diserang lagi dia membanting saya sampai jatuh di rumput,” kisah korban

Ny, NH mengaku usai kejadian langsung mendatangi Polres TTU dan melaporkan kejadian yang dialaminya. Polisi sudah ambil visum et repertum dan menunggu proses hukum selanjutnya. Pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya dihadapan hukum.

Baca Juga:  PGRI TTU Gelar Seminar Hukum Lindungi Profesi Guru

” Saya hampir mati, ada saksi mata para guru, anak-anak Paud, isteri dan menantu pelaku. Ada bukti rekaman juga. Saya tidak mau damai ini kasus saya mohon di proses tuntas,” ujar Ny, NH.

Sementara itu Ketua PGRI Kabupaten TTU Dominikus Nitsae saat dikonfirmasi Rabu 24 November 2021 menuturkan pihaknya sudah mendapat laporan dari pihak sekolah. Ia sangat menyayangkan dugaan tindakan penganiayaan yang dialami oknum guru. Apalagi kejadian menjelang HUT Guru Nasional dan HUT PGRI.

Dominikus menuturkan pihaknya sudah mendatangi penyidik Polres TTU untuk mengawal kasus tersebut. Ia meminta aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus yang menimpa kaum guru.

“Kita siap kawal kasus ini,” tegasnya.

  • Bagikan
error: Content is protected !!