Jaksa Tuntut 10 Tahun Penjara, Muhamad Ruslan Jawab Pekan Depan

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang kembali menggelar sidang kasus dugaan korupsi kredit modal kerja dan investasi jangka panjang tahun 2018 lalu pada Bank NTT Cabang Surabaya.

Sidang yang digelar Senin (9/11/2020) dengan agenda pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Dalam amar tuntutan, JPU menegaskan bahwa terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kredit modal kerja dan investasi jangka panjang pada Bank NTT Cabang Surabaya.

Dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  AJI Perkuat Kapasitas Pemimpin Muda Serikat Media Segera Terbentuk di NTT

Sehingga terdakwa Muhamad Ruslan dituntut 10 tahun hukuman penjara. Selain itu terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda sebesar Rp 750 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Menurut JPU, terdakwa dituntut selama 10 tahun penjara karena dinilai telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal  2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang РUndang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang РUndang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang РUndang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke Р1 KUHPidana.

Baca Juga:  Gubernur Sulawesi Selatan Ditangkap KPK, Statusnya Belum Ditentukan

Menurut JPU, dalam perkara ini ada dua alasan dalam penuntutan yakni hal – hal yang memberatkan seperti terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Sedangkan hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan terdakwa juga mengakui dan menyesali seluruh perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 9. 050. 000. 000 kepada negara cq Bank NTT Cabang Surabaya yang diperhitungkan dari uang sitaan sebesar Rp 9. 509. 924. 588 dan sisanya sejumlah Rp 459. 924. 588 dikembalikan kepada terdakwa Muhamad Ruslan.

Baca Juga:  Bupati TTU Terima Bantuan Peduli Bank NTT

Usai JPU membacakan tuntutan, ketua majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan oleh kuasa hukum terdakwa.

Sidang ini dipimpin majelis hakim, Dju Jhonson Mira Mangngi didampingi hakim anggota, Ari Prabowo dan Ali Muhtarom. Turut hadir JPU, Hendrik Tiip dan Herry C. Franklin serta kuasa hukum terdakwa Muhamad Ruslan yakni Philipus Fernandes dan George Nakmofa. (RL/Tim)

  • Bagikan
error: Content is protected !!