Pelintas Waspada, Jalan Sabuk Merah RI-RDTL Banyak Titik Longsor

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua – Ruas jalan sabuk merah perbatasan Motaain Henes- Motamasin, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mengalami longsor berat.

Sejumlah titik jalan nyaris putus akibat tergerus longsor. Pelintas kendaraan perlu ekstra hati-hati, bila tidak mengancam keselamatan nyawa.

Seperti di lokasi titik di RT/RW 02/02 Desa Duarato, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. Dilokasi terdapat tiga titik longsor yang cukup parah. Bahu kiri dan kanan jalan ambruk tergerus longsor. Bahkan ada titik longsor yang masuk hingga badan jalan.

Bukan hanya itu lokasi longsor ini juga mengancam sejumlah fasilitas rumah warga. Bahkan ada rumah warga yang dapurya sudah ambruk, termasuk kamar mandi, tanaman jagung dan hasil pohon produktif lainnya.

Baca Juga:  Satgas TNI Dan Warga Fulur Belu, Gotong Royong Pasang Saluran Air Pipa

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Zulkifli Arif, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Timur, saat dikonfirmasi Sabtu (6/2/2021) membenarkan kerusakan longsor di Desa Duarato Lamaknen. Kerusakan jalan murni bencana seperti curah hujan ekstrim beberapa pekan ini juga konstruksi tanah basah.

Menurut Zulkifli ruas jalan yang rusak di lokasi Desa Duarato, Lamaknen di kerjakan PT. Bahagia Timor Mandiri, kontrak kerja tahun 2019. Di lokasi ini masih dalam status pemeliharaan. Saat ini rekan sedang di lokasi untuk memperbaiki kerusakan longsor.

Baca Juga:  Kampanye di Laenmanen Warga "Hening" Hormati Dua Tokoh Mantan Wakil Bupati Asal Foho

” Lokasi longsor Duarato itu masih dalam pemeliharan pihak rekanan. Di lokasi longsor itu sedang diperbaiki,” tandasnya

Ketika disinggung jumlah titik kerusakan di sepanjang ruas jalan Motaain Henes Motamasin, Zulkifli menuturkan belum dipastikan jumlahnya karena saat ini pihaknya masih mengiventarisir semua titik kerusakan itu.

” Saya barusan menjabat beberapa hari lalu. Saya sudah jalan keliling ruas jalan dan melihat banyak kerusakan,” tandasnya.

Baca Juga:  Kapolres Belu Tegas Bubarkan Kerumunan, Tidak Ada Pesta Pergantian Tahun

Ia mengakui sejumlah titik longsor yang terjadi sangat membayakan pengguna jalan, sehingga butuh penanganan cepat.

Saat ini sedang dilakukan pendataan sehingga memastikan kategori kerusakan dan status pemeliharaan apakah rutin tahunan atau masih FHO. Kerusakan yang masih dalam masa pemeliharaan tentunya rekanan yang bersangkutan segera perbaiki.

” Kita masih pilah pilah. Karena waduh kerusakannya parah. Kita sadari itu berbahaya bagi pengguna jalan. Sehingga di pasang tanda berbahaya,” ujarnya. (Ren-05/TBcom)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!