JPU Sebut 29 Pejabat Terima Tanah Kapling Dari Terdakwa Jonas Salean

  • Bagikan

Timorberita. Kupang – Sidang perdana perkara dugaan korupsi bagi – bagi tanah Pemerintah Kota Kupang Tahun 2016 – 2017 dengan nilai kerugian sebesar Rp 66. 643. 013. 678, 42, menyeret sejumlah nama pejabat besar.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati NTT terdapat 29 nama pejabat ikut menerima jatah pembagian tanah kapling dari terdakwa Jonas Salean, mantan Walikota Kupang, yang kini aktif sebagai Anggota DPRD NTT.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, saat dihubungi wartawan usai sidang perdana yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (3/11/2020) menuturkan JPU Kejati NTT dalam dakwaannya membeberkan 29 pejabat yang diduga ikut menerima tanah Kapling dari terdakwa Jonas Salean.

Sejumlah pejabat diantaranya Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, Ketua DPRD Kota Kupang,Yeskiel Loudoe, Bernadus Benu, Mantan Sekda Kota Kupang, Yos Rera Beka, mantan asisten I, dan Direktur Rumah Sakit S. K. Lerik Kota Kupang, Marsiana Y. Halek.

Baca Juga:  Rakor FKUB Belu, Bupati Minta Tokoh Agama Lawan Isu Sesat

Ia menjelaskan nasib dari sejumlah pejabat nasibnya sangat tergantung dari fakta persidangan. Jika dalam fakta persidangan ditemukan alat bukti serta terkuaknya niat jahat (mensrea) dari sejumlah pejabat yang disebutkan, maka akan didalami pada tingkat penyidikan.

“Nasib oknum pejabat ang disebutkan dalam dakwaan penuntut umum. Nasibna sangat tergantung fakta sidang,”tegas Abdul.

Dikatakan, fakta persidangan akan dilaporkan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) NTT, Yulianto, oleh Jaksa Penuntut Umun (JPU) dan itu akan dipelajari untuk ditindak lanjuti.

Jika ditemukan alat bukti yang cukup maka akan didalami pada tingkat penyidikan lagi oleh penyidik Tipidsus Kejati NTT berdasarkan laporan JPU.

Abdul menambahkan masarakat diminta untuk bersabar sambil menunggu hasil persidangan dari terdakwa Jonas Salean yang sementara bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Baca Juga:  Kasus Jonas Salean, Penyidik dan Tuhan Yang Tahu

Dalam dakwaan JPU Kejati NTT menyebut Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man kebagian tanah Kapling dari terdakwa Jonas Salean dengan nomor SK Kapling Pem. 596 /631.c/ X/ 2016 tanggal 03 Oktober 2016 dengan luas tanah 600 M2 dengan nilai jual per meter seharga Rp. 3. 316. 067, 61 sedangkan nilai tanah secara keseluruhan mencapai Rp. 1.989. 640. 566, 00 dengan jabatan Wakil Walikota Kupang.

Sedangkan Yeskiel Loudoe kebagian tanah dari terdakwa Jonas Salean dengan nomor SK Kapling  Pem. 596/631.w/X/2016 tanggal 03 Oktober 2016 dengan luas 510 M2.  Apabila jika dihitung harga per meter senilai Rp. 3. 316. 067, 61.

Sehingga total nilai harga tanah secara keseluruhan mencapai Rp 1. 691. 194. 481, 00 dengan jabatan Ketua DPRD Kota Kupang.

Baca Juga:  Pemkab TTU Siap Lanjutkan MOU Dengan UNDANA

Bukan hanya itu dr. Marsiana Yunita Halek kebagian tanah dari Jonas Salean dengan nomor SK Kapling Pem. 596/091.1/X/2016 tanggal 05 Oktober 2016 dengan luas tanah 500 M2 dengan jabatan Kepala Rumah Sakit S. K. Lerik Kota Kupang dengan total harga tanah jika dihitung per meternya senilai Rp 3. 316. 067, 61. Nilai tanah secara keseluruhan mencapai Rp 1. 568. 033. 805, 00.

Terhadap dakwaan JPU Kejati NTT ini, terhadap sejumlah nama pejabat yang disebutkan yakni Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe dan dr. Marsiana Y. Halek selaku Direktur RS. S. K. Lerik Kota Kupang, saat dikonfirmasi tidak merespon hingga berita ini diturunkan. Sedangkan Wakil Walikota Kupang, dr. Hermanus Man belum bisa dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan. (RL-Gio)

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!