Bawaslu Belu Hentikan Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye di Desa Naitimu

  • Bagikan

Timorberita. Atamabua – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Belu, menghentikan proses pengembangan dugaan kasus pelanggaran kampanye di Desa Naitimu, Kecamatan Tasifeto Barat Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Putusannya tidak ada unsur pelanggaran pidana terhadap dua kasus dugaan pelanggaran kampanye di Desa Naitimu.  Sehingga terhadap kasus ini dinyatakan tidak hentikan dan tidak di lanjutkan karena tidak ada unsur pelanggaran.

Ketua Bawaslu Belu Andreas Parera, Kamis (29/10/2020), menjelaskan Tim Gabungan Hukum Terpadu (Gakumdu) terdiri dari Bawaslu penyidik Kepolisian dan Jaksa Penuntut sudah melakukan kajian terhadap dugaan pelanggaran kampanye. Yakni dugaan pelanggaran mengganggu jalannya kampanye dan dugaan pelanggaran konvoi.

Baca Juga:  Paslon Lupa, Bawaslu Belu Ambil Alih Tertibkan APS

Pengembangannya, lanjut Andreas setelah dilakukan klarifikasi terhadap delapan orang saksi, serta kajian terhadap seluruh proses. Di putuskan tidak ada unsur pelanggaran pidana terhadap dua dugaan pelanggaran itu.

Dugaan pelanggaran kampanye ini terjadi di Desa Naitimu Sabtu 17 Oktober 2020 lalu. Terhadap kejadian ini sebanyak delapan saksi dipanggil untuk didengar keterangan klarifikasi.

Baca Juga:  KPU Buka Ruang Konsultasi, Bawaslu Surati Balon Bupati dan wakil Bupati

Kasus bermula saat tim paket Sahabat, Paslon Willy Lay-J.T Ose Luan sedang melakukan kampanye di Desa Naitimu. Tetapi jalannya kampanye diganggu sekelompok orang pendukung dari paket Sehati, Paslon Agustinus Taolin dan Aloysius Haleserens.Selain itu ada pula dugaan pelanggaran konvoi dari paket Sahabat. (renti)

 

  • Bagikan