Kasus Alkes Dilanjutkan, Jaksa Geledah RSUD Kefamenanu

  • Bagikan

TimorBerita.Kefamenanu – Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu, menggeledah RSUD Kefamenanu.

Penggeledahan dipimpin langsung Kepala Kejari TTU, pada Rabu (10/3/2021) sekira pukul 14.00 wita. Tim penyidik yang hadir Kasi Pidum, Santy Efraim, Plt, Kasi intel Benfrid C. Maksri Foeh, Kasi Barang Bukti , Rezza Faundra Afandi dan sejumlah jaksa lainnya.

Penggeledahan terkait dugaan korupsi pengadaan alkes, tahun 2015. Nilai pagu anggaran sebesar Rp 11 miliard lebih.

Tim penyidik melakukan geledah di ruang perencanaan dan Keuangan. Juga ruang Pemeliharaan Sarana Prasarana RSUD Kefamenanu. Penggeledahan itu penyidik menyita sejumlah dokumen.

Baca Juga:  Pembukaan Sidang I DPRD Belu, Sebagai Wahana Evaluasi Pembangunan

Plt. Direktur RSUD dr. Theresia A. J Muliwato saat dikonfirmasi disela-sela prnggeledahan enggan berkomentar banyak.

” Silahkan. Itu tugas penegak hukum. Tentunya kita mendukung ,sikap penyidik” ujarnya.

Sementara Kajari TTU Roberth J. Lambila mengatakan prnggeledahan yang dilakukan penggeledahan untuk melengkapi dokumen terkait penyidikan kasus dugaan tindak pidana korupsi alkes tahun 2015.

Baca Juga:  Dugaan Korupsi Dana Desa Warga Lapor Kades Loeram

Dikatakan penyidikan kasus Alkes sudah dilakukan sebelumnya. Sehingga penggeledahan sebagai tindaklanjut untuk melengkapi dokumen pendukung. Penggeledahan ini sudah disetujui PN Tipikor Kupang.

Menurut Robert penyidikan dugaan kasus ini ditemukan indikasi penyimpangan.

Sumber anggaran APBD TTU tahun anggaran 2015 sebesar Rp 11 milliar lebih. Sesuai penghitungan sementara estimasi kerugian mencapai Rp 500 juta. Indikasi terjadi kekurangan spek dan administrasi laporan fiktif.
Sementara pembayaran sudah dilakukan seratus persen.

” Dari pagu anggaran Rp 11 miliard lebih. Sementara kerugian untuk sementara estimasi kerugian negara mencapai Rp 500 juta,” jelasnya.

Baca Juga:  Kasus Korupsi Land Scape TTS Tahap II, Dua Tersangka Ditahan

Ia menambahkan selain penggeledahan di RSUD juga akan dilakukan penggeledahan di instansi lainnya.

Cuma tahu, kasus dugaan korupsi pada RSUD Kefamenanu tahun anggaran 2015, saat itu Direkturnya I Wayan Niarti. Sedangkan PPK Yoksan Bureni dan Panitia pemeriksa hasil Pekerjaan Miguel Efraim Selan bersama dua anggota panitia lainnya. (Bell-04)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!