Kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Siswanto 8 Tahun, Ilham 10 Tahun 6 Bulan

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –Perkara dugaan korupsi kredit macet pada Bank NTT Cabang Surabaya kembali di gelar sidang, Kamis (26/11/2020).

Sidang yang digelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, dengan agenda pembacaan tuntutan untuk dua terdakwa Siswanto Kodrata dan Ilham Nirdianto.

Terhadap dua terdakwa JPU menuntut hukumannya yang berbeda.

Dalam amar tuntutan, JPU menegaskan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi.

Untuk itu, kedua terdakwa masing – masing, Ilham Nurdianto dituntut pidana penjara selama 10 tahun, 6 bulan. Sedangkan terdakwa Siswanto Kodrata di tuntut 8 tahun.

Baca Juga:  Giliran Geledah Kantor Camat Komodo dan Kantor Lurah Labuan Bajo

Menurut Jaksa kedua terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda masing – masing sebesar Rp 750 juta subsidair 6 bulan kurungan.

Kedua terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara masing – masing.

Untuk terdakwa Ilham Nurdianto sebesar Rp 2. 580. 473. 103, dikurangi pembayaran denda dan bunga sebesar Rp 520. 000. 000.

Dan, barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 300. 000. 000 subsidair 5 tahun kurungan.

Baca Juga:  Tim Sepakat Paket Sakti Pagi Deklarasi Sore Daftar di KPU Malaka

Sedangkan untuk terdakwa Siswanto Kodrata diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp. 179. 434. 369 subsidair 4 tahun kurungan.

Menurut JPU Kejati NTT, perbuatan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi.

Sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal  2 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Baca Juga:  Jaksa Tuntut 10 Tahun Penjara, Muhamad Ruslan Jawab Pekan Depan

Usai membacakan tuntutan, majelis hakim Wari Juniati, menunda persidangan hingga pekan depan.

Dengan agenda pembacaan pledoi (nota pembelaan) oleh kuasa hukum kedua terdakwa.

Sidang tuntutan yang digelar siang tadi dipimpin majelis hakim, Wari Juniati didampingi hakim anggota, Ikrarniekha Elmayawati Fau dan Ibnu Kholiq.

Turut hadir JPU Kejati NTT, Herry C. Franklin, Hendrik Tiip dan Emerensiana Jehamat serta kuasa hukum terdakwa. (Red/Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!