Kasus Mafia Tanah Labuan Bajo, Ada Fakta Baru Waktu Dekat Umumkan Tersangka

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang  – Tim penyidik Tipidsus Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur berhasil mengungkap fakta baru.

Terkait kasus dugaan korupsi aset tanah negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kasus dugaan korupsi dengan estimasi kerugian keuangan negara sebesar Rp 3 triliun, menjadi fakta baru karena ada dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum. Sehingga dipastikan dalam kurun waktu dekat sudah bisa diumumkan tersangka baru.

Baca Juga:  Hakim Vonis Muhamad Ruslan 10 Tahun, Kuasa Hukum Masih Pikir Pikir

Kepala Kejati NTT Yulianto kepada wartawan Jumat (8/1/2021) mengatakan kasus dugaan jual beli tanah di Labuan Bajo ini melibatkan mantan aparat penegak hukum yang sudah purna tugas di Kabupaten Manggarai Barat.

Dugaan keterlibatan oknum ini karena memalsukan sejumlah dokumen dalam proses jual beli tanah, sehingga diterbitkannya sertifikat atas tanah milik Pemda Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Kasus Menumpuk, Kejati NTT Ambil Alih Kasus Hypermart Kupang

“Mantan aparat penegak hukum ini sudah diperiksa tim penyidik Tindak Pidana Khusus beberapa waktu lalu di Kejari Kabupaten Manggarai Barat,” jelasnya.

Mantan Kajari Waikabubak ini menjelaskan sesuai hasil pemeriksaan oknum mantan aparat penegak hukum mengakui perbuatannya.

Ia memalsukan sejumlah dokumen tersebut untuk bisa diterbitkan sertifikat atas tanah milik Pemda Kabupaten Manggarai Barat.

Baca Juga:  Serap Aspirasi Ans Taolin Terima Keluhan Warga Meotroi

Sehingga dalam waktu dekat tim penyidik Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejati NTT bakal menetapkan tersangka dalam kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

” Saat ini belum tetapkan tersangka karena Tipidsus masih melakukan pemeriksaan. Ada fakta baru dalam kasus Kasus dugaan korupsi kerugian keuangan negara sebesar Rp 3 triliun,” tandasnya. (Dem/ Gio)

  • Bagikan