Kasus Menumpuk, Kejati NTT Ambil Alih Kasus Hypermart Kupang

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –Dugaan korupsi pengalihan aset negara oleh pihak ketiga lahan Hypermart Kupang,
terpaksa diambil alih Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang, Shirley Manutede saat dihubungi Rabu (2/12/2020) mengatakan,
kasus penguasaan aset oleh pihak ketiga.

Kasus ini sebelumnya di tangani Kejari Kabupaten Kupang. Alasannya, di bidang Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) Kejari Kabupaten Kupang, terjadi kekurangan personil.

Kejati NTT mengambil alih kasus dugaan penguasaan aset oleh pihak ketiga. Karena bidang Tipidsus Kejari Kupang, kekurangan jaksa,” tandasnya.

Baca Juga:  Kuasa Hukum Yakin Jonas Salean Tidak Bersalah, Ada Bukti Hukum

Menurut Shirley kasus ini diambil alih setelah tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang menggelar ekspose perkara tersebut di Kantor Kejati NTT.

Mantan KTU Kejati NTT ini menuturkan personil pada bidang Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang hanya Kasi Pidsus seorang diri. Sehingga penuntasan kasus tersebut sedikit tersendat. Untuk kelancaran proses kasus ini lebih tepat ditangani Kejati.

Baca Juga:  Kejati NTT Bongkar Mafia Transaksi Jual Tanah Negara, Dua WNA Kebagian Jatah Haram

“Kejari Kupang hanya ada Kasi Pidsus saja. Kasi Pidum banyak perkara Pidana, Kasi Intel banyak kerjaan juga. Bagaimana mau cepat tuntas kalau hanya seorang diri,” sebut Shirley.

Mantan Kasi Pidsus Kejari Kota Kupang ini menuturkan penanganan kasus dugaan korupsi penguasaan aset negara kerugian hingga Rp 12 miliar ini. Terdapat tim gabungan dari Kejati NTT dan Kejari Kabupaten Kupang.

“Untuk mempercepat proses penanganan perkara Hypermart Kupang ini, maka dibentuk tim gabungan dari Kejati NTT dan Kejari Kabupaten Kupang,” tandas Shirley

Baca Juga:  Bagi - Bagi Tanah Kota Kupang Jaksa "Senter" Mantan Pimpinan DPRD Kota Kupang

Lanjut Shierly dalam kasus ini tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang sudah memeriksa 31 orang sebagai saksi dalam perkara penguasaan aset negara pihak ketiga.

Shirley menambahkan terkait ekspose yang digelar hingga saat ini tim penyidik Tipidsus Kejari Kabupaten Kupang, mengantongi hasil perhitungan ahli aset serta hasil perhitungan ahli fisik dari Polteknik Negeri Kupang. (Red/ Gio)

  • Bagikan