Kasus PD Mutis Jaya, Lambertus dan Dimitris Divonis 4 Tahun

  • Bagikan

TimorBerita.Kupang || Terdakwa Lambertus Beti dan Dimitris Pitay, divonis`4 tahun kurungan penjara.

Kedua terdakwa divonis bersalah dalam sidangPengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang yang digelar Jumat (23/4/2021).

Kedua terdakwa divonis bersalah oleh hakim dalam kasus dugaan korupsi penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) kepada Perusahaan Daerah (PD) Mutis Jaya.

Sidang pembacaan putusan dipimpin majelis hakim Fransiska Paula Nino.Hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU), Kejari Kabupaten TTS, Made Santiawan.Sedangkan terdakwa Lambertus Beti dan Dimitris Pitay didampingi kuasa hukum masing- masing.

Dalam amar putusan, majelis menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dengan cara melawan hukum untuk menguntungkan diri sendiri, orang lain atau suatu korporasi dengan merugikan keuangan negara.

Baca Juga:  Kantor Bupati TTS Digeledah Penyidik Sita Dua Box Penting

Majelis Hakim menegaskan, keduanya terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan dana penyertaan modal Pemda Kabupaten TTS, sehingga divonis masing – masing selama empat (4) tahun penjara.

Selain pidana badan selama empat (4) tahun, kedua terdakwa juga diwajibkan untuk membayar denda masing -masing sebesar Rp 200 juta subsidair empat (4) bulan kurungan.

Selain pidana badan dan denda, kedua terdakwa juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti kerugian keuangan negara. Untuk terdakwa Lambertus Beti sebesar Rp 320. 334. 685 sedangkan terdakwa Dimitris Pitay sebesar Rp 287. 000. 000.

Baca Juga:  Kepingin Santai, dr. Oktelin Lepas Dirut RSUPP Betun

Majelis hakim menegaskan apabila uang pengganti tersebut tidak dibayar satu bulan setelah putusan majelis hakim berkekuatan hukum tetap, maka seluruh harta kedua terdakwa akan disita untuk dilelang. Apabila itupun tidak mencukupi maka akan ditambah dengan pidana penjara masing- masing selama satu (1) tahun.

Perbuatan kedua terdakwa, terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi. Sebagaimana telah diatur dan diancam dalam pasal 3 ayat (1) Jo Pasal 18 Undang – Undang RI Nomor 31 Tahun 1999, tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga:  Waspada Kesehatan Pengunjung, Pengadilan Tipikor Disemprot Disinfektan

Sebagaimana telah diubah dengan Undang – Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang – Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke – 1 KUHPidana.

Terhadap putusan hakim, kedua terdakwa yakni Lambertus Beti dan Dimitris Pitay usai mendengarkan putusan hakim menyatakan pikir-pikir.

Serupa Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kabupaten TTS, Made Santiawan menyatakan masih pikir-pikir atas putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kupang. (Erland)

  • Bagikan