Kasus Pelajar Pemosting Dugaaan Korupsi Dana PIP Berakhir Dimeja Polres TTU

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu-Kasus dugaan pencemaran nama baik melalui media sosial yang menetapkan tersangka Sebastianus Naitili, siswa kelas XI SMAN Insana Tengah Kabupaten TTU beberapa waktu lalu akhirnya diselesaikan.

Penyidik Polres TTU putuskan untuk hentikan atau menerbitkan Surat Perintah Pemberhentian Penyidikan (SP3), setelah tersangka dan pelapor bersepakat untuk berdamai pada Senin (1/3/2021).

“Kita sudah mediasi menghadirkan kedua pihak pelapor dan terlapor. Pelapor atau korban menerima permintaan maaf dan damai dari kedua tersangka,” jelas Kapolres TTU AKBP Nelson Felipe Dias Quintas saat menggelar konferensi pers, Senin(1/3/2021).

Baca Juga:  Panen Perdana Lombok Di Hauteas, Begini Pesan Uskup Atambua

AKBP Nelson menambahkan dengan adanya kesepakatan damai tersebut, maka kasus tersebut pastinya langsung diproses administrasinya untuk di SP3.

Untuk selanjutnya, keluarga dari terlapor maupun pelapor akan duduk bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan.

“Dari korban tidak ada permintaan apa-apa, hanya nanti kedua terlapor diminta untuk meminta maaf langsung kepada pihak keluarga dan juga melalui media agar namanya (korban) yang sudah terlanjur tercemar bisa kembali dipulihkan,” jelas AKBP Nelson didampingi kasat Reskrim AKP Sujud Alif Yulamlam.

Baca Juga:  Posting Dugaan Pungli Dana PIP di Facebook, Pelajar SMAN Jadi Tersangka

Kesempatan itu AKBP Nelson menghimbau masyarakat agar bisa lebih dewasa dan waspada menggunakan media sosial. Sehingga tidak sampai terjerat kasus hukum.

Nelson menambahkan kedepannya dalam penanganan kasus serupa pihaknya akan lebih mengedepankan upaya damai dibanding penindakan secara hukum.

“Nanti kita akan turun ke sekolah-sekolah maupun tokoh-tokoh supaya kalau ada kasus seperti ini kita akan utamakan upaya damai, “tegasnya.

Baca Juga:  Jika Bupati Ngotot Buka, Para Tokoh Agama TTU Minta Polisi Bubarkan Pameran Pembangunan

Sementara Robert Salu selaku tim kuasa hukum tersangka mengapresiasi sikap dan langkah penyelesaian yang dilakukan Polres TTU. Sehingga patut disampaikan terimakasih sudah melakukan upaya damai yang telah dilakukan pihak polres TTU.

Robert juga menyampaikannya terimakasih kepada Dirkrimsus Polda NTT atas dukungannya. Sehingga ada kesepakatan damai dan kliennya bisa terbebas dari jeratan hukum.

“Perdamaian itu hukum tertinggi sehingga kita berharap agar kedepan dalam penanganan kasus lebih diutamakan upaya perdamaian,”ujarnya.

  • Bagikan