Kasus Tanah Labuan Bajo, Penyidik Tipidsus Kejati NTT Temukan Aliran Miliaran Rupiah

  • Bagikan

TimorBerita.Kupang – Kini tim penyidik Kejati NTT mulai mengikuti aliran bernilai miliaran rupiah yang telah beredar. Penelusuran penyidik dilakukan setelah saksi menitipkan Rp140 juta, terkait kasus dugaan korupsi aset negara di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur

Diketahui uang bernilai miliaran rupiah itu berada ditangan oknum pejabat di Kabupaten Manggarai Barat, yang sudah beredar dan dimiliki oleh para pejabat pada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat.

Hal ini disampaikan Kajati NTT, Dr. Yulianto, S. H, MH kepada wartawan, Rabu (18/11/2020) di Kantor Kejaksaan Tinggi NTT.

Baca Juga:  Pilpres 2024, Duet Cak Imin - AHY Atau Puan - Cak Imin

Yulianto menegaskan uang bernilai miliaran rupiah yang diketahui telah beredar. Dan kini dikuasai oleh oknum pejabat di Kabupaten Manggarai Barat merupakan uang pelicin guna memproses penerbitan sertifikat tanah.

” Uang Rp 140 juta sudah dititipkan saksi. Jadi kami telusuri lagi miliaran rupiah yang beredar di kalangan pejabat guna proses penerbitan sertifikat. Uang miliaran rupiah itu untuk pelicin dalam penerbitan sertifikat tanah,” tegasnya.

Baca Juga:  Kepingin Tau Apa Itu Omni Bus Law

Ia mengatakan bahwa uang bernilaƬ rupiah  yang beredar di Kabupaten Manggarai Barat guna dalam proses pembuatan sertifikat, telah diketahui berada ditangan oknum pejabat siapa.

Lanjut Yulianto, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT tinggal menunggu waktu yang tepat untuk dilakukan penyitaan terhadap uang miliaran rupiah yang digunakan sebagai pelicin dalam penerbitan sertifikat.

Baca Juga:  Piala Eropa Grup B Digelar, Ini Jadwal dan Stasiun TV Siaran Langsung

“Kami tunggu waktu yang tepat untuk sita uang itu saja. Kami sudah tahu uang itu beredar kemana dan kepada siapa saja,” sebut Yulianto.

Ia berharap kepada oknum pejabat yang merasa telah menerima uang pelicin tersebut segera dikembalikan atau dititipkan kepada tim penyidik Tipidsus Kejati NTT.(Red/Gio)

  • Bagikan