KBRI Dili Gerak Cepat 50 WNI di Oecusse Timor Leste Divaksin

TimorBerita. Oecusse || Sebanyak 50 Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Kota Oecusse, Timor-Leste, telah mengikuti program vaksinasi Covid-19, pada Senin (28/6/ 2021).

WNI disuntik Vaksin Astra Zeneca oleh Tim Medis Dinas Kesehatan Pemerintah Distrik Oecusse, setelah mendaftarkan diri di Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse.

Kepala Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse, Marya Onny Silaban, dalam Siaran Pers mengatakan telah dilakukan program vaksinasi Covid – 19 untuk WNI yang tinggal di perbatasan RI.

Jumlah WNI yang divaksin sebanyak 50 orang.  WNI tinggal di Kota Oecusse, Timor-Leste. Perinciannya 36 WNI mendaftarkan diri ke Kantor Penghubung KBRI Dili di Oecusse dengan membawa paspor. Dan 14 orang lainnya divaksin di tempat terpisah,” tandas Marya.

Ia menjelaskan pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19 kemarin, terlaksana atas koordinasi baik Pemerintah Timor – Leste khususnya Pemda Kota Oecusse dan WHO Timor -Leste. KBRI Dili berupaya agar WNI di perbatasan terutama yang berdomisili di kota di Timor – Leste agar mendapat vaksin Covid – 19.

“ Upaya KBRI Dili ini merupakan wujud pelayanan publik dan perlindungan WNI dari Covid-19,” jelas Marya Onny Silaban.

Menurutnya, keikut sertaan WNI pada program vaksinasi Covid – 19 di Timor – Leste ditujukan untuk membentuk kekebalan komunal yang lebih luas di perbatasan Oecusse -Timor Leste dan NTT – Indonesia. Para petugas pengamanan perbatasan kedua negara melakukan pengamanan ekstra ketat di sepanjang perbatasan untuk mencegah perlintasan ilegal yang berpotensi mentransmisikan virus Covid -19 lintas  batas.

Marya Onny Silaban menjelaskan para vaksinator merespon berbagai pertanyaan peserta vaksin mengenai efikasi vaksin, makanan yang harus dihindari setelah vaksin, keberlakuan kartu vaksin, dan lain -lain. Tidak ada kendala yang dialami selama vaksin berlangsung. Meski sejumlah WNI diketahui memiliki riwayat hipertensi, hipotensi dan autoimun.

Sedangkan Kepala Dinas Kesehatan Oecusse, Nilda Maria da Costa  menjelaskan, pelaksanaan Vaksinasi Covid – 19, Pemerintah Timor – Leste menggunakan dua jenis Vaksin yaitu Astra Zeneca dan Sinovac. Tahap pertama Vaksinasi Covid- 19 di Timor-Leste telah diawali bulan April 2021 dengan prioritas warga Timor -Leste yang bertugas di perbatasan, aparat publik, tenaga kesehatan, pemuka agama dan kalangan diplomatik.

Untuk tahap kedua lanjut Nilda, vaksinasi dimulai bulan Juni 2021 dengan prioritas penderita penyakit kronis, lansia di atas 60 tahun dan penderita disabilitas.

Sekedar tahu, jumlah WNI di Timor – Leste, berdasarkan data calon pemilih dalam DPT Pemilu 2019, mencapai 3400 orang namun sebagian besar telah pulang ke Indonesia di awal pandemi Maret 2020 lalu.

Kementerian Kesehatan Timor-Leste menyebutkan sejak 7 April hingga 28 Juni 2021 di Timor-Leste tercatat 194.546 orang telah mendapat dosis pertama dan 25.421 orang mendapat dosis kedua.

Adapun angka kumulatif kasus positif Covid- 19 di Timor-Leste sejak Maret 2020 hingga 28 Juni 2021 tercatat 9055 kasus terdiri dari 801 kasus aktif, 8233 sembuh dan 21 meninggal.

Data kasus baru positif Covid-19 di Timor-Leste dalam seminggu terakhir rata-rata di bawah 30 orang. Sebagai langkah solusi Pemerintah Timor-Leste melakukan pembatasan ketat mobilitas masyarakat baik di dalam wilayah nasional maupun lintas batas negara kecuali untuk alasan mendesak dan alasan kemanusiaan.

Kepala Penghubung KBRI Dili di Oecusse Marya Onny Silaban menambahkan selama pandemik Covid-19, KBRI Dili telah memfasilitasi visa dengan alasan kemanusiaan kepada warga Timor – Leste yang ingin berobat ke Indonesia.

Kebijakan bebas visa kepada warga negara asing ditangguhkan selama masa pandemi, namun Pemerintah Indonesia dapat memberikan visa untuk alasan kemanusiaan seperti tujuan berobat. Warga Timor – Leste juga sangat membutuhkan obat-obatan dari Indonesia, untuk itu KBRI Dili memfasilitasi kemudahan impor obat-obatan dari Indonesia ke Timor – Leste selama pandemi ini. ( Ameu)

error: Content is protected !!