Kejati NTT Selamatkan Uang Negara Jumlanya Fantastis

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Proses hukum kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya, akhirnya menyeret 9 orang tersangka.

Dalam kasus ini Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur berhasil selamatkan uang negara dari Bank NTT dalam jumlah fantastis.

Kasi Penkum dan Humas Kejati NTT, Abdul Hakim, kepada wartawan, Jumat (27/11/2020) menjelaskan tim penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati NTT berhasil menyelamatkan uang sebesar Rp 128 milyar.

Baca Juga:  Kerugian Fantastis, Target Desember Kasus Aset Negara Labuan Bajo Disidangkan

Uang yang disita dari tangan para debitur dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya.

Menurut Abdul, penyelamatan uang oleh Kejati NTT jumlahnya cukup besar.

Jumlahnya fantastis karena disita dalam satu kasus dugaan korupsi. Kasus ini melibatkan sembilan orang tersangka yang kini dalam proses hukum di Pengadilan Tipikor Kupang.

“Dalam kasus Bank NTT Cabang Surabaya, Kejati NTT sudah selamatkan uang negara sebesar Rp 128 milyar. Ini merupakan penyelamatan terbesar di NTT hanya dalam satu kasus,” ujar Abdul.

Baca Juga:  Jaksa Tuntut 10 Tahun, Terdakwa Muhamad Ruslan Mohon Bebas

Menurut Abdul, penyelamatan uang negara sebesar Rp 128 milyar ini merupakan kerja keras dari tim penyidik Tipidsus Kejati NTT dibawah komando Kepala Kejati NTT, Yulianto.

Buktinya dengan adanya dukungan Kajati NTT, tim penyidik Tipidsus Kejati NTT akhirnya mampu menuntaskan kasus pemberian fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya, bisa selamatkan uang negara cq Bank NTT sebesar Rp 128 miliar.

Baca Juga:  Jonas Salean Terdakwa, Penerima Tanah Belum Tersentuh, Kajati NTT Ditantang

Ditambahkan Abdul, dalam kasus pemberian fasilitas kredit pada Bank NTT Cabang Surabaya, Kejati NTT menetapkan 9 orang tersangka.

Diantaranya 2 orang dari pihak perbankan. Dan 6 orang debitur dan satu orang yang menjadi makelar.

” Diselamatkannya uang negara, maka tim penyidik Tipidsus telah memulihkan kerugian keuangan negara dalam kasus itu sebesar Rp 128 miliar,” tandas Abdul. (Red/ Gio)

  • Bagikan