Kejati NTT Terbaik Kedua Indonesia, Begini Pesan Kajati

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang –  Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur (Kejati NTT), patut dicontohi provinsi lainnya dalam penanganan kasus Tindak Pidana Korupsi.

Buktinya dari 34 Provinsi di indonesia, Kejati NTT meraih prestasi penghargaan terbaik kedua se – Indonesia, dalam bidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).

Kejati NTT dinilai berhasil membongkar kasus besar yang menjadi perhatian publik dan berhasil mengembalikan Rp 168 miliar untuk negara.

Kepala Kejati NTT Yulianto, Kamis (7/1/2021) menuturkan penghargaan itu diterima dari Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung Republik Indonesia, oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (As Pidsus) Kejati NTT, M. Ilham Samuda.

Baca Juga:  Jual Tanah Aset Negara Kota Kupang, Siapa Tersangkanya

Menurut Yulianto ada kriteria penilaian dari Jampidsus Kejagung RI, diantaranya penanganan perkara yang menyita perhatian masyarakat dan penyidik Tipidsus Kejati NTT berhasil mengembalikan Rp 168 miliar kerugian keuangan negara.

“Ada beberapa kriteria yang menjadi penilaian Jampidsus Kejagung RI diantaranya kasus korupsi yang menyita perhatian dan pengembalian kerugian keuangan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Ia menjelaskan Kajati, dalam penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), penyidik Tipidsus Kejati NTT berhasil menyelamatkan Rp 168 miliar kerugian keuangan dalam kasus korupsi.

Baca Juga:  Pospera Datangi Polda NTT Laporkan Stafsus BUMN

Kerugian keuangan senilai Rp 168 miliar itu, hanya dari salah satu kasus korupsi yang ditangani oleh Kejati NTT yakni kasus pemberian modal kerja pada Bank NTT Cabang Surabaya Tahun 2018 lalu.

” Diterimanya penghargaan ini, tentunya Asisten Tipidsus Kejati NTT, M. Ilham Samuda, memiliki tugas berat untuk mempertahankannya ketimbang untuk meraih juara dua terbaik se – Indonesia,” tegasnya.

Menurut Yulianto selain Kejati mendapatkan urutan kedua terbaik se- Indonesia, Bidang Pembinaan pada Kejati NTT juga mendapatkan penghargaan terbaik dalam pengelolaan administrasi keuangan se-NTT.

Menurut Kajati, Bidang Pembinaan pada Kejati NTT menjadi yang terbaik dalam pengelolaan administrasi keuangan dari 137 Satuan Kerja (Satker) diwilayah provinsi NTT. Baik itu Satker secara horizontal maupun vertikal.

Baca Juga:  Kementerian Agama Restui Empat SMAK Katolik di NTT

“Bagian pembinaan juga menjadi yang terbaik se – NTT dalam pengelolaan adminitrasi anggaran mengalah ratusan Satuan Kerja baik Satuan Kerja secara vertikal maupun horizontal,” tandasnya.

Yulianto juga meminta Bidang Pembinaan Kejati NTT untuk mempertahankan prestasi ini. Buktinya prestasi yang diraih selain di bidang Pidsus dan bidang Pembinaan, juga di bidang Pengawasan mendapatkan penghargaan terbaik kelima dalam melakukan pengawasan. (Red/ Gio)

  • Bagikan
error: Content is protected !!