Kementerian Agama Restui Empat SMAK Katolik di NTT

  • Bagikan

Timorberita, Kefamenanu || Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia merestui ijin operasional lima Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baru di bawah naungan sejumlah Yayasan Katolik.

Ijin operasional SMAK Yayasan Katolik disahkan melalui rapat virtual di Jakarta Kamis (8/7/2021).

Ke-lima sekolah baru masing-masing SMAK TRINITAS Nenotun Kabupaten Timor Tengah Utara, SMAK Santo Aloysius Gonzaga Raihat Kabupaten Belu, SMAK Santo Agustinus Langa Kabupaten Ngada, dan SMAK Santo Yosep Pekerja Manola Kabupaten Sumba Barat Daya.

Selain 4 SMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Dirjen Bimas Katolik juga mengeluarkan ijin operasional SMAK Seminari Yohanes Penginjil Asmat Kabupaten Asmat, Provinsi Papua.

Baca Juga:  Reses di Lakekun Barat Dewan Henri Minta Warga Wajib Masker

Pemberiaan ijin operasional bagi 4 SMK di NTT dan 1 SMK di Papua ini dalam acara virtual meeting yang diselenggarakan Direktorat Pendidikan Katolik melalui Subdit Pendidikan Menengah yang bertajuk “Tatap Muka Dirjen Bimas Katolik dengan SMAK Baru.”

Pertemuan ini diselenggarakan untuk memberikan informasi kepada 5 (lima) Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) tentang Izin Operasional yang sudah ditandatangani Dirjen Bimas Katolik.

Dirjen Bimas Katolik Yohanes Bayu Samodro, dalam virtual meeting mengatakan, kehadiran SMAK menjadi instrumen bagaimana masyarakat Katolik menikmati pendidikan yang berkualitas dan bermanfaat bagi kehidupan pribadi dan masyarakat.

Baca Juga:  Pempus Genjot, Zona PLBN Jadi Kawasan Ekonomi Perbatasan

Menurutnya, SMAK adalah lembaga pendidikan keagamaan Katolik milik Uskup, milik Gereja Katolik. Karena milik Uskup, Dirjen optimis bahwa SMAK bisa berjaya dan bisa berpartisipasi secara aktif dalam pembangunan bangsa.

Dirjen juga menitipkan pesan kepada SMAK untuk memperkuat moderasi beragama. Hal ini mendapat perhatian penting, sejalan dengan program Moderasi Beragama yang saat ini menjadi prioritas Kementerian Agama.

” Moderasi beragama diharapkan mampu memperkuat sikap inklusivitas di semua lembaga pendidikan keagamaan, meskipun peserta didiknya homogen,” tandasnya.

Baca Juga:  Pjs Bupati Belu Zaka Moruk Senin Mulai Berkantor

Kesempatan itu Sekretaris Ditjen Bimas Katolik Aloma Sarumaha, dan Direktur Pendidikan Katolik Agustinus Tungga Gempa, juga memberi motivasi dan penguatan kepada SMAK baru.

Motivasi baik dari sisi sumber daya manusia, regulasi, sarana prasarana, anggaran, dan kebijakan penyelenggaraan pendidikan pada tingkat menengah.

Selain itu SMAK diharapkan berkoordinasi intens dengan Kasi Bimas Katolik / Penyelenggara pada Kantor Kemenag Kabupaten/Kota di wilayahnya dan juga dengan Kepala Bidang Pendidikan/Bimas Katolik di Kantor Wilayah Kemenag Provinsi.

  • Bagikan
error: Content is protected !!