Kepala Desa Adat Tamkesi Mengundurkan Diri, Masyarakat Datangi DPRD TTU

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Sejumlah aparat dan masyarakat Desa Adat Tamkesi, Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara, Rabu (21/4) siang mendatangi gedung DPRD TTU.

Kehadiran warga meminta agar segera dilakukan pergantian kepala desa adat Tamkesi. Pasalnya, Kades Leonardus Usboko dikabarkan telah mengundurkan diri dari jabatannya.

Sejumlah aparat desa Adat Tamkesi ini dipimpin oleh wakil ketua lembaga adat desa Tamkesi, Hendrikus Amfotis. Warga diterima oleh Ketua DPRD TTU Hendrik F. Bana, Wakil Ketua Yasintus Lape Naif, dan sejumlah Ketua Fraksi, di ruang sidang komisi II.

Koordinator warga Hendrikus Amfotis, kehadiran warga meminta untuk segera dilakukan proses pergantian terhadap Kepala Desa Adat yang mengundurkan diri sejak 15 Januari 2021. Surat pengunduran diri ditandatangi langsung oleh Leonardus Usboko.

Baca Juga:  Ketua DPRD TTU Optimis Penetapan APBD 2021 "Free" Perkada

Dikatakan surat pengunduran diri sudah diserahkan kepada Dinas PMD Kabupaten dan DPRD TTU, sejak Januari itu.

Sehingga masyarakat meminta kepada DPRD agar segera menindaklanjuti surat pengunduran Kepala Desa Adat Leonardus Amfotis.

Assisten II, Setda TTU, Ferdy Lio yang hadir saat itu menjelaskan, pemerintah kabupaten sampai saat ini belum menerima surat pengunduran diri tersebut.

Ferdy meminta agar surat tersebut perlu disampaikan kepada pemerintah kabupaten untuk dilakukan penelusuran akan kebenarannya.

Dia menguraikan, terkait proses pergantian kades di desa adat Tamkesi masih membutuhkan waktu yang lama. Alasannya pembentukan desa adat tersebut hanya berdasarkan peraturan bupati tahun 2003 dan sampai saat ini statusnya belum penuh desa adat.

Baca Juga:  Agustus Pilkades Serentak TTU, Begini Kesiapan Dinas PMD

Kesulitannya, dalam peraturan bupati tersebut tidak mengatur tentang mekanisme pemberhentian dan pengusulan kepala desa.

” Karena itu, serahkan kepada pemerintah kabupaten untuk melakukan pengkajian agar dalam pelaksanaannya tidak menimbulkan pelanggaran. Apalagi ini berkaitan dengan proses pergantisn kepala desa adat,” tegas Ferdy yang saat itu didampngi dan Plt. Kadis BPMD TTU, Egidius Sanam.

Ia menegaskan, sepanjang belum ada SK pemberhentian dari Bupati, maka status kepala desa Tamkesi, masih resmi dipimpin Leonardus Usboko.

Sementara itu ketua Bapemperda DPRD TTU Yasintus Usfal, kesempatan itu meminta agar masyarakat perlu bersabar agar pemerintah daerah dapat melakukan pengkajian secara benar sehingga tidak salah dalam bertindak.

Baca Juga:  Berpotensi "Undang" Wabah Covid Mayoritas Fraksi DPRD TTU Tolak Pameran Pembangunan

Apalagi proses pergantian Kepala Desa Tamkesi berbeda dengan proses pergantian kades lainnya di TTU.

” Harap warga bersabar, karena pemerintah masih melakukan pengkajian sehingga tidak muncul masalah dilingkup desa adat ini,” tandasnya.

Sementara, Wakil Ketua DPRD TTU, Yasintus Lape Naif, kesempatan itu meminta agar pemkab selain melakukan pengkajian lebih dalam tentang proses pergantian kades, pemkab juga harus segera melakukan rancangan Perda tentang pembentukan Tamkesi sebagai desa adat.

Lanjut Yasintus, sehingga pengalokasian anggaran tidak dibebankan dari sisi regulasi.
Proses pergantian tidak boleh menabrak regulasi.

Disaksikan media ini, dalan pertemuan tersebut disepkati untuk masalah ini diserahkan kepada Pemkab TTU untuk melakukan pengkajian dan pengambilan keputusan. (Kend)

  • Bagikan