Kepsek SMAN 3 Atambua Nyaris Tewas Ditikam Orang Tua Siswa, Ini Motifnya

  • Bagikan

TimorBerita, Atambua – Kepala SMA 3 Atambua, Marcelinus Soter Seran (MSS) nyaris tewas dianiaya orang tua murid.

Pelakunya Alexander Ikun orang tua dari siswa kelas III inisial YSM di sekolah itu. Pelaku marah karena anaknya dipukul dan di jambak rambutnya.

Peristiwa naas itu terjadi Kamis 28 Oktober 2021, sekira pukul 09.00 Wita.

Informasi yang dihimpun media ini menyebut kejadian bermula saat pemeriksaan ujian siswa kelas III. Saat apel pagi sang kepsek memeriksa anak-anak yang tidak ikut ujian. Siswa atas nama YSM termasuk salah satu yang tidak ikut ujian.

Baca Juga:  Kasus Bupati TTU Berlanjut, Kuasa Hukum Korban Datangi Bareskrim Polri

Kepsek lantas menarik rambutnya sambil mengarahkan ke ruang guru bimbingan konseling (BK). Rupanya siswa ini tidak terima dengan teguran dan perlakuan sang Kepsek. Lantas siswa YSM ini kembali kerumah mengadu kepada orang tuanya dalam kondisi menangis.

Tak puas, orang tua siswa tidak terima dan langsung mendatangi sekolah untuk mencari sang kepsek. Saat tiba pelaku marah marah dan langsung menyerang kepsek menggunakan besi beton berukuran sekitar 50 cm.

Serangan berulang ulang membuat korban kepsek tak berdaya. Sehingga terpaksa dilarikan ke Puskesmas Haliwen untuk dirawat. Sejumlah saksi mata yang hadir hanya bisa menonton lantaran pelaku bertindak brutal menggunakan alat tajam besi beton.

Baca Juga:  Mahkamah Konstitusi Putuskan Jabatan Kades Tiga Periode

Kapolres Belu, AKBP Yosep Krisbiyanto saat dikonfirmasi melalui Kasat Reskrim, AKP Sujud Alif Yulamlam membenarkan peristiwa penganiayaan di lokasi SMAN 3 Atambua, Desa Kabuna Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu.

Korbannya Kepala sekolah Marcelinus Soter Seran (MSS). Sedangkan pelaku Alexander Ikun, orang tua dari salah satu siswi di sekolah itu.

Kasat Reskrim Polres Belu menuturkan kejadian berawal ketika pada pukul 08.00 wita di sela sela apel pagi. Lalu kepala sekolah mengecek siswa yang tidak mengikuti ujian sekolah.

Baca Juga:  Andaikan Pemilu Saat Ini, PDIP Teratas Disusul PSI

Salah satunya yakni YSM siswi kelas III. Tindakan yang diambil kepsek menarik rambut dan mengarahkannya ke guru BK. Tetapi siswi tersebut tidak terima perlakukan kepsek dan langsung kembali ke rumah mengadukan ke orang tuanya.

Saat itu juga pelaku datang ke sekolah, setelah sampai di pos jaga sempat bertanya kepala sekolah. Kemudian korban menjawab jika dia kepsek.

Saat itu pelaku langsung mencabut sepotong besi baton ukuran panjang sekitar 50 cm yang di sisipkan di bagian belakang dan menyerang ke arah kepala korban dan bagian badan korban.

  • Bagikan
error: Content is protected !!