KERAMAT Sarankan Bupati TTU Dengar Suara Gembala, Jika Tidak Malapetaka Menimpa

  • Bagikan

Kupang, Timorberita.com- Kerukunan Pelajar Mahasiswa Paroki St Andreas Tunbaba (KERAMAT) Kupang menyarankan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, agar mendengarkan suara elemen masyarakat.

Terutama suara para rohaniawan Katolik yang menolak penyelenggaraan pameran pembangunan dan pasar rakyat di lapangan Oemanu, dalam rangka HUT Kota Kefamenanu. Pasalnya, suara para gembala adalah suara Tuhan melalui para gembala yang mestinya di dengarkan oleh umatnya. Jika tidak, maka malapetaka akan menimpa kabupaten TTU, terutama menyangkut penyebaran Covid 19.
Selain itu, KERAMAT juga meminta kepada Kapolres TTU bila benar-benar Bupati TTU tidak mendengarkan seruan para tokoh agama dan sejumlah elemen lainnya dengan tetap membuka pameran maka Kapolres perlu membubarkan kegiatan pameran pembangunan tersebut.

“Kami dari kerukunan pelajar mahasiswa Tunbaba (KERAMAT) Kupang minta Kapolres TTU untuk membubarkan kegiatan pameran pembangunan. Jika Bupati TTU tetap bersih keras, tidak mendengarkan penolakan dari elemen masyarakat terutama dari FKUB TTU yang disampaikan beberapa waktu lalu,” tegas Ketua KERAMAT Fransiskus Nino, Jumat (18/9/2020).

Baca Juga:  TTU Zona Merah Sehari 19 Positif Covid 19

Menrut Ery panggilan akrab Fransiskus menuturkan para imam adalah pemimpin umat katolik. Jika tidak di dengar suaranya mau bagai mana lagi. Apa lagi mau dengar masyarakat kecil yang ada di TTU.

“Ini seruan gembala untuk kemanusiaan. Bukan kepentingan kelompok. Ada lagi surat penolakan dari Uskup atambua Mgr. Dominikus Saku. Ya kita harap pak Bupati bisa dengar. Kalau juga tidak dengar sebaiknya aksi demo besar tolak kegiatan akbar ini,” cetusnya.
Menurut Eri, kalau sampe kegiatan pameran di adakan berarti bupati TTU sendiri tidak mengindahkan pernyataan sikapnya. Tidak konsisten karena dalam pernyataan sebelumnya meminta setiap pintu perbatasan harus di tutup. Petugas pengaman dan Satgus Covid-19 siaga di pos oeprigi.

Baca Juga:  Dua Botol Sopi, Akhiri Perseteruan Anggota Fraksi dan Pimpinan DPRD TTU

Ia menambahkan bila kegiatan akbar tetap di gelar tentunya berpotensi terjadinya penyebaran Covid karena penjagaan di Pos batas sudah tidak lagi di kawal ketat untuk pemeriksaan sesuai protokol kesehatan.

“Teman teman dari kabupaten lain yang sudah zona merah tentunya juga hadir. Sehingga tentunya ada penyebaran wabah ini,” sebutnya. (deril/tim)

  • Bagikan