Ketua KPU RI Arief Budiman Jabatannya Dicopot Begini Alasannya DKPP

  • Bagikan

TimorBerita. Jakarta – Ketua KPU RI Arief Budiman terpaksa menelan pil pihat. Tak disangka ia harus lengser dari jabatannya sebagai Ketua.

Arif diberhentikan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Gegara melakukan pendampingan terhadap komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden.

Saat persidangan DKPP Rabu (13/1/2021) memutuskan Teradu Arif Budiman terbukti bersalah. Arif tidak menempatkan diri dengan posisinya sebagai ketua, dimana, kapan dengan siapa. Sehingga harus menerima ganjaran sanksi DKPP.

Baca Juga:  Kerugian Fantastis, Target Desember Kasus Aset Negara Labuan Bajo Disidangkan

“Dalam penggalan putusan, Teradu tidak mampu menempatkan diri pada waktu dan tempat di dimana berada. Setiap kesempatan teradu selaku ketua melekat jabatan Ketua KPU,” tandas DKPP dalam rilisan penggalan putusan DKPP dalam persidangan, Rabu (13/1/2021),dikutip detik.news.com.

Rinciannya DKPP memutuskan Arif dinyatakan bersalah karena menjadikan Novida tetap komisioner KPU. Ia dinyatakan melanggar kode etik dan dinyatakan tidak pantas menjadi Ketua KPU.

Baca Juga:  Kampanye di Laenmanen Warga "Hening" Hormati Dua Tokoh Mantan Wakil Bupati Asal Foho

Ketua DKPP Muhammad saat membacakan putusan DKPP isinya
Memutuskan DKPP mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian.

Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian Arif Budiman dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia.

“Sanksi dan peringatan keras dan pemberhentian kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan,” ujarnya.

Baca Juga:  Hendrik Fahik; Ingin Malaka Berubah Cepat, Pilihannya Paket SN - KT

DKPP meminta KPU untuk melaksanakan putusan tersebut dalam tujuh hari. (Dtc/Timbc)

  • Bagikan
error: Content is protected !!