Ketua PGRI TTU Mengutuk Tindakan Orang Tua Siswa Aniaya Kepsek di Belu

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten TTU, mengutuk keras oknum yang melakukakan penganiayaan terhadap Kepala Sekolah SMAN 3 Atambua Kabupaten Belu.

Hal ini disampaikan Ketua PGRI Kabupaten TTU, Dominikus Nitsae saat dikonfirmasi media ini Jumat, 28 Oktober 2021.

Dominikus mengungkupan kekesalan dan turut prihatin atas kejadian di wilayah Belu. Tindakan main hakim yang dilakukan oknum orang tua salah satu siswi sangat bertentangan dengan norma hukum.

Baca Juga:  PGRI TTU Gelar Seminar Hukum Lindungi Profesi Guru

“Tindakan main hakim sendiri terhadap kepala SMAN 3 Atambua, sangat tidak berprikemanusiaan dan bertentangan dengan UU Guru dan Dosen 14 tahun 2005 pasal 39 ayat 1,” tegas Domi sapaan akrab Dominikus Nitsae.

Menurut Dominikus, Guru sebagai pendidik seharusnya dilindungi bukan malah di sakiti dengan tindakan kekerasan fisik. Apalagi menganiaya menggunakan alat tajam dan kritis harus di rawat medis.

Baca Juga:  Agustinho Pinto Jabat Wakil Ketua Ganti Posisi Mauk Martinus

” Saya mengutuk tindakan oknum yang menganiaya Kepsek. Kita serahkan kepada penegak hukum untuk diproses seadil adilnya. Kita minta Kapolres Belu menindak tegas pelaku seturut perbuatannya,” pintanya.

Ketua PGRI TTU yang juga Kepala SMAN Noemuti Timur, mengimbau semua guru pendidik agar selalu waspada karena tidakan-tidakan seperti ini terjadi secara insidental.

“Ada masalah di sekolah atau di luar sekolah diselesaikan secepatnya. Sehingga tidak terulang dan tidak meluas apalagi mengancam nyawa,” ujarnya.

Baca Juga:  FPG TTU Tolak Tegas Pameran HUT Kefamenanu

Kasus ini perlu dikawal serius dan tuntas sehingga tidak lagi terulang dan menjadi hikmah untuk semua baik pendidik dan orang tua siswa.

Dominikus menuturkan terhadap kasus tersebut PGRI TTU siap turun membantu apabila PGRI Belu bila diperlukan dalam proses hukum terhadap kasus ini. (Ren/DoN)

  • Bagikan
error: Content is protected !!