Tujuh Tahun Klaim Tanah Ulayat, Begini Saran DPRD Belu

  • Bagikan

Cuma tahu, kehadiran warga empat suku di Desa Kabuna, Kecamatan Kakuluk Mesak mengadu ke DPRD Belu.

Untuk mencari jalan keluar terkait tindakan penyerobotan dan pengrusakan lahan yang dilakukan Honorio Bau De Carvalho Cs.

Sebab sudah tujuh tahun, Honorios Cs dituding menguasai tanah ulayat milik empat suku yang berlokasi di Wehedan, Desa Kabuna. Lahan seluas 5 hektar.

Dihadapan wakil rakyat Juru Bicara perwakilan empat Suku, Apriyanti Imakulata Mau mengatakan sudah tujuh tahun tanah milik empat suku dikuasai oleh Honorio De Carvalho.

Baca Juga:  Hakim MK Tolak Petahana, Wajah Baru Pimpin Malaka dan Belu

Kepemilikan lahan tidak masuk akal sebab Honorio warga baru belum lama datang dari Timor Leste.

Ia menjelaskan tanah suku itu dikuasai Honorio, selain mengolah juga membabat hutan adat. Semua pohon besar seperti pohon nangka, jati, kom di sensor dan lahan dibalik pakai traktor untuk pertanian.

Selain itu merusak kuburan leluhur milik salah satu suku. Batunya dicungkil dan dijadikan teras pembatas. Bahkan ada pagar berlapis disepanjang lokasi.

Saat awal pengklaiman tanah adat, sudah diselesaikan di tingkat desa pada 5 November 2014.

Baca Juga:  Kisah Raja Kloit Menolak Raja Mesir Bertandang di Malaka

Ada saksi para ketua adat, kepala suku, pemerintahan desa, kecamatan Kapolsek dan Danramil. Hasil keputusannya, tanah Wehedan itu milik empat suku.

Tetapi masih juga diklaim Honorio sebagai hak milik. Selain memebabat lahan dan hutan adat untuk dijadikan lahan pertanian.

Pihaknya berharap kasus tanah segera disikapi pemerintah dan penegak hukum. Sebaiknya menghentikan tindakan sepihak penyerobotan tanah ulayat milik empat suku.

Selain itu perwakilan tokoh adat Marselinus Asten. , mengaku kesal atas sikap tindakan penyerobotan lahan dan pembabatan pohon di lokasi tanah empat suku.

Baca Juga:  Berani Terobos Markas, Warga Juluki Simon Nahak Manu Meo Malaka

Dihadapan wakil rakyat ia mengisahkan awal mula suku yang tinggal. Hingga lahan Wehedan menjadi milik empat suku. Sehingga tidak benar jika ada pengklaiman sepihak. Ia berharap masalah ini bisa cepat diselesaikan.

Sementara Honorio De Carvalho sebagai pihak yang dituding melakukan penyerobotan tanah ulayat milik empat suku itu, hingga berita diturunkan belum berhasil dikonfirmasi. (Ren/ 05-TB)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!