Korban Banjir NTT 181 Meninggal, 48 Hilang, Terbanyak Flores Timur

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang || Data terbaru jumlah korban meninggal akibat banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) terdapat 181 meninggal dan 48 hilang.

Dari 9 Kabupaten yang terdampak bencana angin siklon seroja, jumlah korban jiwa meninggal paling banyak di Kabupaten Flores Timur, disusul Kabupaten Lembata.

Berikut rincian data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Minggu (18/4/2021).

Baca Juga:  Warga dan Pemcat Anleu Siap Sukseskan Ajakan PKK TTU

Kabupaten Flores Timur mencapai 72 orang. Sementara yang dua orang hilang, dan 76 mengalami luka-luka.

Kabupaten Lembata tercatat ada 46 orang meninggal, 22 orang hilang dan 53 luka-luka.

Kabupaten Alor tercatat ada 28 orang meninggal, 13 orang hilang dan 25 orang korban luka-luka.

Kabupaten Kupang dilaporkan 12 orang meninggal, 3 hilang dan 26 orang mengalami luka-luka.

Baca Juga:  TTU, Banyak Mantan Kades Bakal Gagal Maju pada Pilkades

Kabupaten Malaka terdapat 11 orang meninggal akibat banjir bandang.

Kabupaten Sabu Raijua 3 meninggal, dan 7 orang hilang. Kota Kupang 6 orang meninggal, satu hilang dan 8 lainnya luka-luka. Dan Kabupaten Ende dan Rote Ndao tercatat satu orang meninggal.

Sementara itu, Wakil GubernurNTT Josef Nai Sei mengatakan sejak NTT dilanda banjir bandang pada Minggu (4/4) lalu. Terdapat bantuan dari seluruh masyarakat Indonesia. Bantuan berupa pangan, sandang dan perlengkapan masak.

Baca Juga:  Sidang Kredit Macet Bank NTT, Saksi Akui Ada Sewa Purel Temani Mantan Bos

” Beras 90 ton, ada indomie, telor dan macam-macam lah. Jadi kita bagi tiga, ada pangan, sandang dan lain-lain menjadi tiga klaster. Bantuan makanan termasuk makanan untuk bayi,” tandas Josef dalam konferensi pers yang digelar secara daring Minggu (18/4). (cnn/azka)

  • Bagikan