Belum Tersentuh Bantuan Rumah, Ini Sikap Ketua Komisi III DPRD Malaka

  • Bagikan

Timor Berita. Betun- Korban bencana kebakaran, asal Desa Lakekun Utara, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka hingga kini belum juga tersentuh bantuan rumah tinggal.

Musibah kebakaran yang menimpa keluarga Delvinus Mau Ati, di dusun Welaus Desa Lakekun Utara, terjadi pada Kamis malam 19 November 2020 lalu. Rumah tinggal dan seluruh isi hangus terbakar.

Ketua Komis III DPRD Malaka Felix Bere Nahak, saat bertandang di lokasi korban Kamis (4/2/2021) mengatakan, lembaga DPRD dan Pemerintah Kabupaten Malaka adalah mitra kerja. Selain bermitra, DPRD sebagai penyambung aspirasi rakyat.

Untuk itu, sebagai wakil rakyat tentu akan berupaya mendorong pemerintah agar bisa membantu rumah layak huni seperti keluarga korban kebakaran. Masyarakat yang mengalami musibah bencana mestinya menjadi prioritas.

Baca Juga:  Rubuh, Kualitas Embung Oe Baki Sainama Dipertanyakan

Menurut Felix perlu ada perhatian khusus sehingga keluarga korban bisa terbantu meringankan beban hidupnya. Sebab kondisi saat ini tetunya kesulitan, untuk mencari nafkah menghidupi keluarga atau untuk membangun kembali rumah tinggal.

” Pemerintah tentunya tidak boleh menutup mata terhadap kondisi yang dialami masyarakat. Seperti yang dialami keluarga ini. Saya tidak janji tapi saya akan berjuang dengan cara saya,” ujar Felix saat mendampingi pemerintah menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga korban.

Sementara Kepala Badan Penangguangan Bencana Daerah (BPBD) Gabriel Seran menyampaikan permohonan atas keterlambatan penyaluran bantuan sosial karena bertepatan momen politik pilkada. Sehingga bantuan baru bisa disalurkan saat ini.

Baca Juga:  Pemkab Malaka Bangun Tiga Puskesmas Berstandar Nasional

“Hari ini baru kami serahkan karena kemarin bertepatan dengan situasi politik pilkada,” ungkapnya.

Gabriel menambahkan pihaknya akan tetap berkoordinasi dengan dinas teknis ataupun pemerintah desa untuk menganggarkan bantuan perumahan layak huni.

Sebab BPBD Malaka belum menganggarkan item bantuan perumahan untuk korban kebakaran. Kecuali hanya untuk bantuan perumahan korban banjir.

” Kita belum anggarkan bantuan rumah korban kebakaran. Sehingga kita hanya bisa salurkan bantuan sosial seperti beras, pakaian dan lainnya,” ujarnya.


Ia berharap semoga bantuan pemerintah berupa terpal, tikar, beras, paket pakaian sekolah dan perabot dapur yang diterima bisa meringankan kebutuhan hidup keluarga korban. Tentunya bantuan tersebut tidak cukup tetapi semoga bermanfaat.

Baca Juga:  Praktisi Hukum Unwira Kupang, Angkat Bicara Ponceratan Anggota PKH Desa Numponi Malaka


Sementara Delvinus Mau Ati korban kebakaran mengaku hanya bisa pasrah terhadap bencana yang menimpa kelaurganya. Selama ini kewalahan, karena selain mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Juga harus membangun rumah layak huni ditengah pandemi Covid-19.

Dolvianus berharap ada sentuhan dari pemerintah bisa membantu rumah layak huni untuk keluarganya.

Ia juga berterima kasih walau bantuan sembako datang terlambat tetapi hari ini sudah bisa terbantu meringankan kebutuhan keluarganya. (Vic/06-TBcom)

Editor Giovanni Elias

  • Bagikan
error: Content is protected !!