Kuasa Hukum Korban Penganiayaan Datangi Mapolres, Bupati Raymundus Diperiksa Awal Januari

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Kuasa hukum korban penganiayaan Margorius Bana, Charlie Usfunan, S.H, M.H mendatangi Polres TTU, Senin (28/12/2020).

Kehadiran kuasa hukum itu untuk memastikan proses penanganan penyelidikan terhadap kliennya. Terkait kasus tindak pidana penganiayaan yang diduga dilakukan Bupati TTU Raymundus Sau Fernandes, 8 Desember lalu di Desa Oeolo, Kecamatan Musi.

Kuasa Hukum korban penganiayaan, Charlie Usfunan, S.H, M.H kepada wartawan usai mendatangi Polres TTU mengatakan sangat mengapresiasi kinerja penyidik Polisi dalam menangani kasus yang menimpa kliennya.

Ia berharap kasus tersebut diproses tuntas dan penanganannya terbuka sehingga menjadi efek jerah untuk pelaku lainnya yang bertindak main hakim sendiri.

Menurut Charlie kehadirannya di Mapolres TTU untuk memastikan jelas perkembangan kasus dugaan tindak pidana penganiayaan yang dilakukan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes kepada kliennya, sudah sejauh mana.

Baca Juga:  Angkut 20 Karung Rokok Masuk Tiles, Polisi Amankan Perahu dan Pelaku

“Tadi saya menemui penyidik membahas terkait perkembangan penyelidikan terhadap kasus ini. Apa ada kendala, dimana, sehingga diatasi bersama-sama,” ujarnya.

Dikatakan sejak membuat laporan Polisi, pihaknya belum mendapatkan pemberitahuan dari penyidik terkait perkembangan penanganan kasus dugaan penganiayaan terhadap kliennya. Sehingga kehadirannya di Mapolres untuk memastikan perkembangan kasus tersebut.

” Sejak buat laporan polisi belum ada informasi dari penyidik terkait perkembangan penanganan kasus ini. Sehingga saya datang untuk pastikan sudah sejauh mana perkembangan penangananya,” tandas Charlie.

Ia menuturkan sesuai hasil pertemuan, penyidik menginformasikan bahwa sudah melayangkan surat panggilan klarifikasi 24 Desember 2020 lalu, tetapi terlapor tidak mengindahkan panggilan pertama.

Baca Juga:  DPRD NTT Kunker di Perbatasan RI - Timor Leste Pantau Fasilitas Bantuan Pempus

Sehingga Lanjut Charlie, penyidik akan kembali melayangkan surat panggilan klarifikasi kepada terlapor 4 Januari 2021 mendatang.

” Informasi penyidik sudah ada panggilan pertama tetapi terlapor belum datang. Dan alasan tidak datang tidak disampaikan kepada penyidik,” ujarnya.

Menurut Charlie selain keterangan dari terlapor, penyidik juga belum kantongi hasil visum at repertum dari RSUD Kefamenanu.
Sehingga terhadap kendala tersebut pihaknya akan menyurati RSUD Kefamenanu untuk menanyakan alasan belum diterbitkan hasil visum et repertum.

” Sampai saat ini belum ada hasil visumnya. Padahal hasil itu sangat penting untuk penyelidikan. Apalagi ini melibatkan pejabat yang masih aktif. Jangan sampai masyarakat menilai hukum tumpul keatas tajam kebawah. Seharusnya kasus ini membuktikan bahwa semua masyarakat di muka hukum sama,” tandasnya.

Baca Juga:  Vinsensius Fios Babak Belur Dianiaya Kepala Desa Banfanu

Sementara Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam mengatakan kasus dugaan penganiayaan sedang di proses. Pihaknya sudah melayangkan surat panggilan kepada terlapor untuk menghadap penyidik memberikan keterangan.

Tetapi panggilan penyidik belum dipenuhi terlapor. Sehingga dijadwalkan akan kembali melayangkan panggilan kedua.

Menurut Sujud terhadap kasus dugaan penganiayaan tentunya diproses tuntas. Tidak ada perbedaan status baik pelapor maupun terlapor. Dan sejauh ini penyidik sudah memeriksa dua orang saksi.

” Kasus ini sedang diproses. Kita proses tuntas tanpa melihat status sosial dari pelapor maupun terlapor. Dua orang saksi sudah diperiksa penyidik,” ujarnya. (Giv/ Gio)

  • Bagikan