Kasus Jonas Salean, Penyidik dan Tuhan Yang Tahu

  • Bagikan

Timorberita. Kupang – Kuasa hukum dari tersangka Jonas Salean, memastikan bahwa tanah yang di persoalkan dalam dugaan kasus ini bukanlah milik tanah Pemerintah Kota Kupang, tetapi tanah negara berdasarkan bukti surat yang telah ada.

Kuasa Hukum Jonas Salean, Yanto Ekon, Jumat (30/10/2020) menegaskan sebagai tim kuasa hukum yang terdiri dari Melkianus Ndaomanu, Yanto Ekon, Yohanes D. Rihi, Rian Kapitan, Alexander Tungga dan Meriyeta Soruh menegaskan bahwa kliennya Jonas Salean tidak bersalah.

Alasannya tanah kosong seluas 20.068 m2 yang berlokasi di depan hotel Sasando, Kelurahan Kelapa Lima, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang bukan merupakan tanah milik Pemerintah kota (Pemkot) Kupang.

Baca Juga:  Jaksa Geledah Kantor, Sita Handphone Bupati Manggarai Barat

“Tanah itu dianggap sebagai milik pemkot. Namun kami tim hukum pastikan bahwa itu bukan barang milik pemkot Kupang. Kami ingin menyeimbangkan berita yang beredar selama ini di masyarakat,” tegas Yanto.

Ia menjelaskan tanah seluas 770.880m2 sesuai sertifikat hak pakai nomor 5/desa Kelapa Lima/1981 telah di hapus dan kembali menjadi tanah negara berdasarkan bukti Surat Pemerintah dalam Negeri (Permendagri) nomor 593/3342/PUOD, tanggal 1 Juni 1994, Surat Keputusan Bupati Tingkat II Kupang Nomor 246/SKEP/HK/1994.

Baca Juga:  Kejati NTT Selamatkan Uang Negara Jumlanya Fantastis

“Bukti-bukti pelepasan hak pakai, maka tanah yang dikapling tersebut dan di bagi-bagikan bukan merupakan barang milik pemerintah Kota Kupang, melainkan tanah milik negara,”tegasnya.

Yanto menjelaskan tanah kosong pada lokasi tersebut semula seluas 770.800m2 sesuai sertifikat hak pakai nomor 5/Desa Kelapa Lima/1981 yang telah dilepaskan oleh Bupati KDH tingkat II Kupang selaku pemegang hak sejak tanggal 1 Juni 1994 dan telah diduduki oleh ribuan penduduk dengan berbagai bangunan, karena dikaplingkan dan dibagikan oleh Pemkot Kupang dari periode ke periode.

Baca Juga:  Yonif 744/SYB Dekat Purna Tugas, 742/SWY Tinjau Medan Sektor Timur RI-RDTL

“Kenapa tidak menyita seluruh tanah seluas 770.880m2 yang sudah diduduki penduduk..? Kenapa yang dipermasalahkan hanya tanah kosong seluas 20.068m2, jawabannya hanya Tuhan dan penyidik yang tahu,”tanya Yanto.

Sekedar tahu Mantan Walikota Kupang, Jonas Salean ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Tinggi NTT, terkait kasus dugaan korupsi bagi-bagi tanah dengan taksasi kerugian negara sebesar Rp 66 miliar lebih.

Jonas sempat ditahan di Rutan Kupang, sebelum dialihkan penahanannya menjadi tahanan kota. Selain itu mantan Kepala BPN Kota Kupang Tomas More juga ditetapkan sebagai tersangka. (RL/ Gio)

 

  • Bagikan
error: Content is protected !!