Kurung Siswa di Mes Guru, Wakasek SMPK Kada Dipolisikan

  • Bagikan

Timor Berita, Betun – Wakil Kepala SMPK Kada, inisial YMVM terpaksa dipolisikan oleh keluarga korban.

Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) yang biasa disapa Jhon nekat kurung anak murid sendiri di kamar mes guru. Korban MOB (16) siswi kelas 3 di sekolah itu.

Korban MOB diduga menjadi korban pencabulan. Bahkan Wakasek John ancam bunuh korban jika berani membuka kedoknya.

Kronologisnya berawal dari handphone merk opo milik korban diambil paksa Wakasek YMVM di ruangan kelas. Saat itu disaksikan teman-temannya pada Kamis 13 Oktober 2021.

Baca Juga:  Refafi Gah Lantik Pengurus DPC Partai Hanura Sabu Raijua

Tiga hari berselang korban MOB bersama ke empat teman kelasnya pergi mengambil handphone di mes guru Wakasek dikompleks SMPK Kada, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Saat tiba oknum Wakasek meminta MOB masuk sendiri kedalam rumah lalu pintu dikunci. Sementara temannya tidak diperbolehkan masuk.

MOB keluar melalui pintu belakang rumah dengan kondisi rambut berserakan dan langsung jalan menuju arah jalan meninggalkan teman-temannya.

Baca Juga:  Ketua DPD Hanura NTT Disambut Tarian Bidu, Pengurus DPC Malaka Dilantik

Aksi terlarang Wakasek terkuak dan dilaporkan ke Polres Malaka. Penyidik pun sudah dua kali memeriksa sejumlah saksi.

Saksi mata Regulinda Hoar Seran, saat dikonfirmasi Minggu 21 November 2021 membenarkan peristiwa itu. Waktu itu bersama MOB dan 4 orang rekannya pergi mengambil handphone MOB yang diambil paksa Wakasek YMVM di ruang kelas.

“Waktu itu saya dengan MOB dan teman-teman pergi ambil HP di mes Wakasek. Pak Jhon (Wakasek) suruh MOB untuk sendiri masuk. Kami tunggu diluar sekira 1 jam,” kisah Regulinda.

Baca Juga:  Saksi Berbalik Dukung Terdakwa Ali Antonius, Begini Kata Pengamat

Saksi Regulinda mengaku sempat menggedor pintu karena ikut panik rekannya itu di kurung sendirian di mes guru. Bersama rekannya sempat menggedor pintu.

Ada juga saksi lain termasuk sejumlah guru dan pegawai yang sempat melihat korban keluar dalam kondisi rambut tidak terurai.

Ia merasa kesal dan prihatin terhadap kasus yang menimpa rekannya itu. Seharusnya sebagai guru apalagi Wakasek itu harus mendidik dan mengayomi anak didiknya.

  • Bagikan
error: Content is protected !!