Lagi, Direktur PT. SKM Tak Hadir Mediasi Gagal, Deni Kinbenu Kesal

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu || Direktur PT. Sari Karya Mandiri (SKM) Hironimus Taolin kedua kalinya tidak menghadiri mediasi oleh Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara melalui Dinas Nakertrans. Lanjutan mediasi tahap ke-2 berlangsung di Kantor Dinas Nakertrans TTU, Jumat (2/7/2021) pagi tadi.

Ironisnya lanjutan mediasi ini hanya dihadiri pihak pelapor Daniel J. Kinbenu dan Direktur Lakmas NTT Viktor E. Manbait selaku pendamping. Sedangkan pihak terlapor PT. Sari Karya Mandiri (SKM), Hironimus Taolin tidak hadir sehingga diwakilkan oleh kuasa hukum Paulo Crisanto SH.

Meski begitu mediasi lanjutan ini kembali gagal karena tidak dihadiri langsung oleh pemilik perusahaan Hironimus Taolin. Sehingga Dinas Nakertrans TTU menhadwalkan mediasi lanjutan tahap III pada Selasa 6 Juli 2021 mendatang.

Dalam mediasi ini pemilik PT SKM, Hironimus Taolin yang biasa di sapa Hemus Taolin dihadirkan atas pengaduan mantan karyawan Daniel (Deni) J. Kinbenu terkait pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak, karena sudah 16 tahun mengabdi tanpa ada jaminan hak berupa upah kerja dan jaminan BPJS Kesehatan.

Direktur Lakmas NTT, Viktor Emanuel Manbait selaku pendamping karyawan PHK, Deni Kinbenu mengaku sangat sesalkan sikap Hemus Taolin selaku pihak pemberi kerja yang tidak patuh dan konsisten terhadap mediasi lanjutan tahap II. Bahkan mediasi tahap awal juga tidak hadir karena alasan sibuk kerja.

Baca Juga:  PMKRI Cabang Malaka Gelar Bhakti Sosial di Pantai Motadikin

” Kita sesalkan sikap yang ditunjukan pihak pemberi kerja karena tidak ada niat baik untuk hadir mediasi menyelesaikan masalah ini,” tandasnya.

Viktor menuturkan alasan tertundanya dua kali mediasi karena ada keterangan BAP yang tidak bisa diwakilkan oleh kuasa hukum, karena ada poin khusus yang harus jawab langsung oleh pihak pemberi kerja Bos Hemus Taolin.

Bahkan sebelumnya dihadapan pihak Dinas Nakertrans, pihak pemberi kerja melalui kuasa hukumnya sudah berjanji melalui kuasa hukum akan melakukan pendekatan segera untuk diselesaikan masalah ini diluar jadwal mediasi pemerintah.

Tetapi lanjut Viktor, hingga saat ini mediasi tahap I dan II gagal tidak mengndahkan panggilan dari Dinas Nakertrans. Ketidakhadiran Bos Hemus Taolin ini akhirnya ditunda lagi jadwal mediasi lanjutan tahap III yang dijadwalkan pada Selasa 6 Juli 2021 mendatang.

” Alasan ditundanya mediasi ini karena ada poin-poin khusus yang harus disampaikan langsung pihak pemberi kerja. Kita mau yang bersangkutan hadir sehingga bisa klarifikasi. Seperti peraturan perusahaan terkait pemberian upah, syarat mempekerjakan karyawan dan lainnya. Ini hal penting yang harus dijelaskan langsung. Tetapi karena tidak hadir sehingga pihak Dinas menunda lagi mediasi ke tahap lanjutan,” jelasnya.

Baca Juga:  Punya Hak Sama Sis PSI Malaka Ajak Perempuan Tampil di Panggung Politik

Viktor menambahkan pemilik PT. SKM selaku pemberi kerja sudah dua kali tidak hadir. Alasan berhalangan karena sedang ada urusan di Kupang. Padahal pihaknya berharap agar masalah ini segera diselesaikan melalui jalur mediasi.

Menurut Viktor pihaknya tentu mengikuti prosedur dan mekanisme aturan UU Ketenagakerjaan. Tetapi ada batasannya bila sampai mediasi tahap -3 kali juga tidak juga diindahkan tentu pihaknya akan tempuh jalur hukum lainnya.

” Masih ada mediasi tahap lanjutan. Tetapi kalau tidak ada niat baik tentunya kita akan mempertimbangkan untuk tempuh jalur hukum pidana maupun perdata,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Nakertrans TTU melalui Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja, Epafras Jedid Kapitan mengatakan sesuai jadwal mediasi lanjutan tahap ke-2 digelar hari ini Jumat.

Dikatakan dalam mediasi lanjutan ini tidak ada titik temu karena pihak karyawan selaku pengadu menginginkan agar pemberi kerja harus hadir mediasi. Hasilnya tidak ada titik temu sehingga dilanjutkan ke mediasi tahap III yang dijadwalkan Selasa pekan ini. Bila dalam mediasi lanjutan tidak juga berhasil maka selanjutnya dilimpahkan kepada Nakertrans Provinsi NTT untuk di selesaikan.

Baca Juga:  Siaga Amankan Idulfitri, Polres Belu Perkuat Sinergitas di Perbatasan RI RDTL

Kabid Epafras menambahkan sehari sebelum jadwal mediasi tahap II ini, pihak pemberi kerja Hemus Taolin sudah mendatangi Nakertrans untuk memberi keterangan.

“Hari Kamis kemarin Pak Hemus Taolin sudah datang untuk dimintai keterangan dan yang bersangkutan katakan kalau hari ini Jumat tidak bisa hadir mediasi karena ada urusan di Kupang,” tandasnya.

Sebelumnya Daniel (Deni) J. Kinbenu selaku karyawan mengadukan PT. Sari Karya Mandiri (SKM) kepada Dinas Nakertrans TTU, tertanggal 16 Juni 2021. Tindaklanjutnya Dinas Nakertrans TTU mengeluarkan surat panggilan kepada kedua pihak untuk mediasi tahap I pada Selasa 22 Juni 2021. Tahapan I gagal karena tidak di hadiri pihak pemberi kerja Hemus Taolin.

Mediasi tahap I dan II semuanya gagal karena tidak dihadiri pemilik perusahaan Sari Karya mandiri (SKM) sehingga dilanjutkan untuk mediasi tahap III pada Selasa 6 Juli mendatang.

Mediasi terkait laporan Daniel J. Kinbenu, karena selain di-PKH secara sepihak juga tidak diberikan upah sejak menjadi karyawan 2004 hingga 2020. Pelapor ini sempat dipercaya menjadi Direktur dalam managemen SKM tetapi juga tidak diberikan upah. (Bell/C7)

  • Bagikan
error: Content is protected !!