Lakalantas Renggut Nyawa Jurnalis Media Timordaily

  • Bagikan

Jogjakarta,Timorberita.comJurnalis Timordaily.com Gusti Arakat dikabarkan meninggal dunia. Sosok yang dikenal ramah dan pendiam  mengalami kecelakaan maut akibat ditabrak mobil di Kota Jogjakarta, Jumat (2/10/2020) malam.

Kabar duka ini sontak mengejutkan keluarga besar di kampung halamannya di Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Gusti Arakat mahasiswa Universitas Respati di Kota Gudeg Yogyakarta,  mengenyam pendidikan dan aktif sebagai jurnalis editor media Timordaily.com.

Ia dikenal sosok cerdas selalu muncul dengan ulasan pena menarik. Tapi sayang kini Gusti yang masih berstatus lajang ini pergi untuk selamanya. Kepergiannya tentu membuat keluarga, sahabat dan kenalannya tidak sanggup menerima peristiwa pilu ini.

Adik kandung korban, Jefri Arakat saat dihubungi melalui handphone selulernya Sabtu (3/10/2020) dini hari, mengisahkan kecelakaan lalulintas yang merenggut kakak kandungnya, terjadi sekitar pukul 23.00 wib. Saat ini, jenasah masih dibaringkan di RS Bhayangkara Jogjakarta.

Baca Juga:  360 Kendaraan Bodong Gagal Dikirim ke Timor Leste, Polisi Amankan 9 Tersangka

Jefri menuturkan tidak menyangka sang kakak harus pergi untuk selamanya.  Malam itu keduanya sempat bersama di penginapan kos. Ia sempat meminta sejumlah uang dan bergegas keluar tanpa menyebut kemana tujuan.

“Saya sedang baring di kamar. Kakak Gusti masuk dan minta uang Rp 50 ribu. Entah mau buat apa saya tidak tahu. Setelah itu hidupkan motor langsung keluar,” kisah Jefri sang adiknya.

Lanjut Jefri dirinya kaget sekitar pukul 00:00 wib, ada informasi dari rekannya bahwa Kakak Gusti sedang berada di rumah sakit Bhayangkara Jogjakarta.

Baca Juga:  Prajurit dan PNS Korem 161/Wira Sakti Naik Pangkat, Itu Penghargaan Negara

“Saat tiba saya tidak diberi izin masuk. Saya firasat buruk, saya duduk diluar hanya bisa menangis,” katanya.

Tak lama berselang lanjut Jefri, petugas medis meminta keluarga untuk masuk ke ruangan. Saat masuk jenasah terbaringkaku. Menurut dokter korban meninggal saat di lokasi tempat kejadian perkara (TKP).

“Saya masih menangis, sehingga ada salah satu saudara saya yang masuk ruang. Sekitar 20 menit kemudian keluar sambil menangis. Ternyata kaka Gusti meninggal di tempat kecelakaan,” kisah Jefri.

Jefri menuturkan sempat kesulitan untuk mengurus jenasah kakaknya itu. Sebab dirinya baru sebulan berada di Jogjakarta untuk kuliah. Beruntung satu jam kemudian tersebarlah informasi, sehingga datanglah rekan mahasiswa almarhum untuk membantu.

Baca Juga:  AJI Perkuat Kapasitas Pemimpin Muda Serikat Media Segera Terbentuk di NTT

Setelah di telusuri saat rekan almarhum tiba, diketahui almarhum meninggal usai bersama salah seorang rekannya dari suatu tempat menuju kos kosan rekannya itu.

Keduannya saat tiba di persimpangan traffic light (rambu lalulintas) sempat berhenti. Sebuah mobil dari arah berlawanan melaju kencang dan  menabrak korban.

Saat ini lokasi TKP sudah di police line setelah dilakukan olah TKP oleh anggota Polantas setempat. Dan Polisi masih mengembangkan terjadinya peristiwa Lakalantas.

Kini jenasah Gusti Arakat, mantan Ketua Ikatan Keluarga Belu (IKB) Jogjakarta, masih di baringkan di RSU Bhayangkara Jogjakarta.

Rencananya jasad korban diterbangkan ke Kupang Timor Minggu (4/10/2020), untuk dimakamkan di kampung halamannya Desa Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu. (Joka/tim)

  • Bagikan
error: Content is protected !!