Lakmas NTT Kesal Kejari TTU Lamban Proses Kasus Dana Desa Naekake B

  • Bagikan

TimorBerita. Kefamenanu – Lembaga Anti Kekerasan Masyarakat Sipil (Lakmas) Nusa Tenggara Timur (NTT) sesalkan kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Timor Tengah Utara.

Lantaran kasus dugaan korupsi pengelolaan Dana Desa di Desa Naekake B, Kecamatan Mutis, Kabupaten Timor Tengah Utara, hingga kini belum jelas penanganannya.

Entah mengapa kasus indikasi korupsi yang dilaporkan masyarakat mengendap di meja Kejari. Padahal kasusnya sudah dilaporkan masyarakat bahkan sudah diproses.

Kasus dugaan korupsi sudah diperiksa oleh Kejari TTU dan menemukan fakta dugaan penyimpangan pengelolaan dana desa.

Direktur Lakmas NTT, Victor Emanuel Manbait, Kamis (14/1/2021) mengatakan kasus dugaan korupsi dana desa awalnya getol untuk diproses, tetapi perlahan luntur nyaris tidak mencuat lagi.  

Baca Juga:  Tersangka Korupsi Diperlakukan Spesial, Pengacara Sesalkan Sikap Kejati NTT

Padahal sebelumnya jaksa menyebut ada temuan terkait pengelolaan dana desa sejumlah paket dari tahun anggaran 2015 hingga 2020.

Viktor aktifis anti korupsi menuturkan sejak November 2020 lalu Lakmas mendampingi  pelapor yakni anggota BPD dan tokoh masyarakat Naikale B, bertemu dengan Kepala Kejari TTU.

Penjelasan Kajari, bahwa masih dalam tahapan pengumpulan bahan dan keterangan (pulbaket) oleh Kepala seksi Intel Kejari TTU.

Bukan hanya itu Desember 2020 lalu, perwakilan tokoh masyarakat kembali mendatangi Kejari TTU dan bertemu Kasie Pidsus Kejari TTU.

Ironisya Kasie Pidsus mengaku tidak tahu mengenai penanganan kasus karena masih berproses di bagian Intel Kejari.

Baca Juga:  Alkes TTU "Makan" Korban, Berpeluang Tambah Tersangka

” Kalau jawaban seperti ini kita justru heran. Bisa ya koordinasi antar seksi di Kejari TTU tidak jalan. Terkesan saling lempar tanggungjawab. Ini kasus hampir berulang tahun. Buktinya sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya,” ujarnya.

Menurut Viktor terhadap- kasus tersebut pelapor mendapat getahnya karena rumah pelapor menjadi korban. Kaca jendela dan pintu rumahnya dilempari orang hingga rusak parah.

Pelaku pelemparan diduga orang dekat Kepala Desa Naikake B, karena kasus pelemparan terjadi saat kasus dana desa dilaporkan ke Kejari TTU.

Baca Juga:  Kajari TTU Roberth J. Lambila, Ganti Bambang Sunardi

Bahkan sesuai keterangan kesaksian pelaku di Polsek Miomaffo Barat, pelaku mengakui perbuatannya.

 ” Kita sayangkan sikap Kejari TTU. Sudah menghimbau masyarakat untuk pro aktif melapor dugaan penyalagunaan Dana Desa. Bahkan masyarakat pelapor mendapat ancaman. Tapi malah kasusn yang dilaporkan belum ditindaklanjuti,” kesal Viktor.

Menurut Viktor, jika pihak penegak hokum tidak serius menangani kasus temuan atau laporan masyarakat terkait dugaan pengelolaan dana desa tentunya membuat masyarakat ikut kesal.

Ia berharap kedepan Kejari TTU transparan dan merespon setiap laporan masyarakat, sehingga menjadi motivasi untuk masyarakat lainnya agar pro aktif mengawal dana desa.  (Giv/Gio)

  • Bagikan