Lapas Atambua Jadi Wajah Utama Kanwil Kemenkumham NTT

  • Bagikan

TimorBerita, Atambua – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Atambua menjadi wajah utama pada Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Republik Indonesia NTT.

Dibawah nahkoda Srikandi Marciana D. Jone sebagai Kepala Kanwil Kemenkumham NTT dan Edwar Hadi sebagai Kepala Lapas Atambua telah menorehkan berbagai prestasi di bidang pertanian.

Belu sebagai wilayah perbatasan RI-RDTL sangat berpotensi dari sektor pertanian terus ditingkatkan oleh warga binaan Lapas Atambua.

Terbukti, 25 Februari 2022 lalu, Lapas Kelas IIB sukses melaksanakan panen raya jagung sebagai pilot project kerja sama pengembangan jagung wilayah khusus Lapas/Rutan antara Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum & HAM.

Baca Juga:  Bupati Malaka Perintah Perketat Perbatasan, Batasi Aktifitas Sosial

Tidak hanya berhenti disitu, Senin 28 Maret 2022 Lapas Atambua kembali melaksanakan panen raya padi untuk kesekian kalinya.

Pelaksanaan panen tahun ini terasa lebih istimewa dengan kehadiran Kepala Badan Pernelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM, Sri Puguh Budi Utami, yang didampingi oleh Kepala Divisi Imigrasi Kanwil NTT, Ismono dan Kepala Divisi Administrasi Kanwil NTT, Garnadi.

Kepala Lapas Atambua, Edwar Hadi dalam sambutannya mengatakan bahwa lahan pertanian milik Kanwil Kemenkumham NTT berhasil diolah dengan baik oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Baca Juga:  Direktur Penyidikan KPK Jadi Kapolda NTT, Lotharia Latif Jadi Kapolda Maluku

Dikatakan padi jenis Ciherang yang ditanam awal bulan Desember 2021 pada lahan seluas 1,5 hektar dikerjakan oleh 20 orang WBP dan didampingi langsung oleh Kepala Sub Seksi Kegiatan Kerja Lapas Atambua,” ungkap Edho.

Lebih lanjut Kalapas Atambua menjelaskan tujuan pengolahan lahan pertanian yang dilakukan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan sebagai bekal untuk kembali ke masyarakat.

“Tujuan memberikan bekal kepada WBP agar sekembalinya mereka ke masyarakat dapat menjadi anggota masyarakat yang baik dan bertanggungjawab,” ujar Edho.

Kalapas Edho menjelaskan, padi cihareng yang dipanen akan diberikan penanganan pasca panen sebelum di pasarkan ke masyarakat luas.

Baca Juga:  Perbaiki Jalan Longsor, Dinas PUPR Belu Bangun Kemah di Lokasi

Sementara itu Kabalitbangkumham, Sri Puguh Budi Utami memberikan penguatan terkait pelaksanaan tugas dan fungsi serta pembangunan Zona Integrasi di Lapas Atambua.

Ia mengapresiasi atas pemeliharaan Lapas Atambua sebagai bangunan senior dan jajaran Lapas Atambua yang berhasil menjalankan Asimilasi di luar tembok Lapas dengan hasil pertanian.

“Terus Pertahankan dan tingkatkan kinerja pembangunan Zona Integritas menuju WBK/WBBM. Bangun komunikasi baik dengan responden sebagai penerima layanan untuk
memberikan penilain melalui survei 3AS sesuai indikator pelayanan yang diberikan” tandasnya. (Ren/Azka)

  • Bagikan