Lapor Polisi, Bojes Seran “Kupas” Kronologi Pengeroyokan

  • Bagikan

Timorberita. Betun – Kasus pengeroyokan yang terjadi di desa Haitimuk, Kecamatan Weliman, kabupaten Malaka, Kamis (15/10/20) sudah dilaporkan ke Polres Malaka, malam itu juga setelah beberapa jam terjadi peristiwa pengeroyokan.

Korban menimpa Bojes Seran wartawan  Garda Malaka.com dan Ferdi Costa, wartawan suluhdesa.com. Kedua korban terkena pukulan.

Pelaku pengeroyokan itu dilakukan tim sukses pendukung pasangan calon Stef Bria Seran dan Wendelinus Taolin paket SBS-WT. Lokasi kejadian tepatnya di Haitimuk sekira 60 meter jarak dari posko pemenangan paket SBS-WT.

“Saya sudah lapor polisi. Dan sudah lakukan visum juga. Saya kenal sejumlah orang yang pukul saya,” ujar Bojes Seran, korban pengeroyokan.

Menurut  Bojes perlu ada proses hukum untuk mendapat keadilan. Kasus pengeroyokan perlu dibuka terang benderang sehingga jelas tidak ada korban berikut apalagi terhadap masyarakat kecil.

“Tidak ada yang kebal hukum. Biar kita proses hukum,” sebutnya.

Bojes menuturkan awal kejadian pengeroyokan bermula saat terjadi keributan antara pendukung Simon Nahak-Kim Taolin atau paket  SN-KT. Saat berpapasan dengan tim pendukung paslon Stef Bria Seran dan Wendelinus Taolin (SBS-WT) di pelintasan jalan.

Baca Juga:  Forum Pemuda NTT Desak Tahan Oknum Anggota DPRD Malaka Cs Tersangka Pengeroyokan Wartawan

Menurut Bojes saat berpapasan ada dua mobil tim pendukung paket SBS-WT yang datang dari arah utara Betun, mengambil posisi di badan jalan. Sehingga ada yang turun untuk mengarahkan mobil di bahu jalan. Tak lama berselang terjadi keributan dan saling dorong karena tidak membuka jalan untuk rombongan bisa melintas.

“Ada dua mobil yang palang jalan. Ada aksi saling dorong bahkan sudah ribut. Sehingga saya turun ambil gambar. Tapi malah saya di keroyok dan di pukul. Handphone kamera saya juga mau dirampas,” kisah Bojes.

Ia menuturkan, saat terjadi pengeroyokan dirinya tidak bisa berbuat banyak karena langsung diserang pukul berulang kali dari arah depan dan belakang. Saat itu Ferdi Costa turun dari mobil ingin membantu tapi langsung keroyok juga sampai bajunya dirobek.

“Saat keroyok pukul saya tidak bisa hitung jumlahnya. Ada yang pukul dari depan dan pukul dari arah belakang,” kisah Bojes.

Baca Juga:  Makan di Paket Lain Coblos di Nomor 1, Ketua Lembaga Adat Pastikan SN-KT Menang

Ia menambahkan peristiwa itu sempat terekam di video seperti yang ramai di media sosial. Sehingga tudingan anggota DPRD dari Tim pendukung SBS-WT yang terkena pukul itu tidak benar. Justru peristiwa awal bermula dari dua anggota DPRD yang parkir kendaraan di badan jalan sehingga membuat jalan arus lalulintas macet.

Berikut kronolgisnya, Kejadian itu Kamis (15/10/2020) sekira pukul 17.00 wita, tepatnya di desa Haitimuk, Kecamatan Weliman Malaka. Saat itu rombongan tim sukses paket SN-KT pulang kampanye dari Besikama. Berpapasan dengan tim pendukung SBS-WT sepulang dari arah Betun menuju posko pemenangan di Hatimuk.

Peristiwa hingga terjadi keributan bermula saat sepeda motor yang dikendarai pendukung SBS yang ikut beriringan dengan rombongan paslon SN-KT. Pendukung SBS-WT yang menggunakan motor melintas sambil gas racing sambil berteriak.

Spontan dari arah berlawanan, mobil rombongan paslon SBS-WT yang dikendarai anggota DPRD Kabupaten Malaka asal Fraksi NasDem, Fredrikus Seran spontan berhenti di badan jalan dalam kondisi empat pintu terbuka.

Baca Juga:  Menteri Pertanian Kunjungi Lokasi Food Estate, Petani Belu Minta Traktor

Sedangkan mobil lain yang dikemudikan anggota Dewan Malaka asal Fraksi Golkar, Raymundus Seran Klau menyalib mobil berwarna putih yang dikendarai Fredrikus dan menghadang rombongan mobil pertama yang ditumpangi perempuan SIS SN-KT. Aksi penghadangan itu membuat arus lalulintas macet sehingga membuat kedua pendukung paslon ada yang turun dari mobil.

Saat itu terjadi aksi saling dorong antara dua pendukung paslon Tim Satuan Khusus Pengawalan SN-KT yang berusaha untuk menenangkan situasi dan menertiban arus lalulintas agar rombongan bisa melintas melanjutkan perjalanan.

Kedua anggota DPRD Malaka pendukung paket SBS-WT, turun dari mobil dugaan kuat keduanya dalam keadaan mabuk alkohol sehingga membuat onar kendaraan yang dikemudinya parkir di badan jalan. Situasi membuat arus lalulintas macet dan rombongan pendukung SN-KT tidak bisa melintas.

Peristiwa berhasil redah berhasil diamankan Polres Malaka di bawah kendali Kabag Ops Polres Malaka, AKP Yanuarius Seran, Kapolsek Wewiku, Ipda Nikolas dan Kapolsek Malaka Barat, Iptu I Wayan Budiasa. (Joka/ Tim)

  • Bagikan
error: Content is protected !!