Lima Anggota PKH Desa Numponi Dicoret, Dugaan Berkaitan Pilkada Malaka

  • Bagikan

TimorBerita. Betun – Sebanyak lima anggota Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Numponi Kecamatan Malaka Timur spontan di coret namanya.

Belum diketahui pasti alasan pencoretan sejumlah nama dari  bantuan pemerintah pusat ini. Tapi kuat dugaan sarat kepentingan politik Pilkada Malaka.

Sejumlah nama yang dicoret dari anggota PKH yakni Meliana Muti, Yasinta muti, Paskalia Bete, Colderia Bete dan Yohana Fouk.

Korban Meliana Muti saat dikonfirmasi Timorberita.com Senin (9/11/2020) mengaku namanya dicoret dari daftar anggota PKH.

Dirinya belum tahu mengapa namanya dicoret bersama sejumlah anggota lainnya. Pihaknya menduga berkaitan dengan dukungan paslon di Pilkada Malaka.

Buktinya setiap kali pertemuan di kantor desa antara anggota PKH dan pendamping desa. Anggota PKH selalu diarahkan untuk mendukung paket tertentu.

Baca Juga:  Kampanye di Laenmanen Warga "Hening" Hormati Dua Tokoh Mantan Wakil Bupati Asal Foho

Selalu muncul bahasa ancaman jika tidak mendukung paket incumben SBS-WT tentunya namanya dicoret dari anggota PKH.

“Setiap kali rapat bilang begini kalau anggota PKH yang tidak dukung calon Bupati SBS akan di coret atau di gantikan dengan lain,” ujar Meliana.

Pihaknya menuding pencoretan nama dilakukan pendamping PKH dan Sekertaris Desa Numponi.

Pihaknya justru heran alasan mengapa namanya dicoret apakah 5 orang yang dicoret bukan warga miskin. Dan apa kewenangan oknum aparatur desa untuk coret nama warga dari PKH.

“Harus ada penjelasan kenapa nama kami tiba tiba dicoret. Kami juga perlu tanyakan posisi Sekdes dalam program keluarga harapan sebagai apa. Sehingga mau coret nama kami, ” kesalnya.

Baca Juga:  Tim Sepakat Paket Sakti Pagi Deklarasi Sore Daftar di KPU Malaka

Meliana menduga kuat pencoretan nama berkaitan dengan dukungan politik. Karena 5 orang yang di coret hadir dan di kampanye Paslon SN – KT.

Sehingga ada pertimbangan untuk dicoret namanya dari program bantuan pusat itu.  Apalagi rumahnya juga pernah di gunakan untuk pertemuan keluarga kampanye paket SN – KT.

“Ya rumah saya digunakan untuk pertemuan kampanye. Mungkin itu jadi pertimbangan sehingga nama kami dicoret, ” ucap Meliana.

Emiliana mengaku pencoretan nama sejumlah warga dari PKH sangat disesalkan karena setiap warga punya kebebasan demokrasi untuk bebas memilih dan tidak boleh ditekan siapa pun.

Apalagi ini juga program bantuan pemerintah dan itu uang dari pajak masyarakat dan bukan uang pribadi orang tertentu.

Baca Juga:  Dua Perempuan Hebat Di Balik Kemenangan SN-KT Untuk Malaka

Sementara pendamping PKH Desa Numponi sekaligus Koordinator Kecamatan Malaka Timur, Emilia Candida Dopo saat dikonfirmasi memilih enggan berkomentar.

Ia menuturkan tidak bisa memberikan keterangan, alasannya yang berhak memberikan pernyataan adalah Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka.

“Saya tidak bisa kasih keterangan kecuali pak Kadis Sosial,” ujar Emilia pendamping PKH Kecamatan Malaka Timur.

Sementara Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malaka Fogeltinus Fahik, ketika di hubungi wartawan melalui handphone selulernya mengatakan, sedang berada diluar kota sehingga belum mendapat informasi terkait pencoretan sejumlah anggota PKH di Desa Numponi.

“Saya masih di luar saya belum dapat informasi. nanti besok saya cek Kabid nya. Dan kita panggil pendamping,” sebut Folgentinus. (Joka)

  • Bagikan
error: Content is protected !!