Longsor di Kota Kupang Renggut Dua Nyawa Suami Isteri

  • Bagikan

TimorBerita. Kupang – Musibah bencana longsor kembali menelan korban jiwa. Pasangan suami isteri Paulus Takela (35) dan Welmince Lakmau (28), tewas akibat terkena runtuhan longsor dan batu besar.

Peristiwa naas itu terjadi Senin (25/1/2021) sekira pukul 05.00 wita. Tepatnya di RT 16/RW 04, Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM), Kecamatan Oebobo Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kini sebanyak 15 Kepala Keluarga, 146 warga sekitar TKP di bentaran sungai Liliba sudah di evakuasi di Gereja Paroki St. Petrus TDM.

Pantauan wartawan di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) nampak lokasi kos-kos termasuk sejumlah rumah tinggal warga berada di posisi tebing sehingga mudah terkena dampak longsor.

Seperti yang terjadi saat ini bangunan kos kosan yang berdinding bebak atap seng milik Paulus Kolo. Bangunan itu rubuh tertutup longsor dan batu besar terguling dari ketinggian sehingga mengena bangunan kamar kos-kosan.

Buntutnya korban Welmince Lakmau meninggal di tempat. Sedangkan suaminya Paulus Takela meninggal saat di evakuasi menuju Rumah Sakit Leona Kupang. Kini warga yang bermukim di kos-kosan termasuk warga sekitar area TKP di evakuasi di lokasi yang aman.

Paskalis Dora, Ketua RT 16 Kelurahan TDM, saat ditemui di sela-sela lokasi TKP menuturkan baru mengetahui kejadian longsor dari warga tetangga.

Saat tiba di lokasi langsung mengevakuasi kedua korban menuju RS Leona. Tetapi sayang nyawa kedua korban tidak lagi tertolong.

” Dua korban ini kita evakuasi dari TKP. Tadi isterinya meninggal di TKP, sedangkan suaminya meninggal dalam perjalan menuju rumah sakit,” ujar Paskalis.

Ia menuturkan sudah membuat laporan ke Lurah terkait peristiwa bencana longsor. Sedangkan warga lain disekitar area juga sudah dievakuasi menuju pusat pastoran Gereja Paroki St Petrus TDM. Sambil menunggu bantuan darurat dari pemerintah Kota Kupang.

Sementara Kepala BPBD Kota Kupang Maxi Jemy Deerens Didok mengatakan, saat mendapat laporan dari pemerintahan Kelurahan TDM, pihaknya langsung terjun di lokasi longsor untuk mendapat penanganan bantuan darurat.

Saat ini warga yang bermukim di lokasi tebing sudah dievakuasi di gereja terdekat, sebab kawatir terjadi longsor susulan. Sedangkan dua korban meninggal sudah di Rumah Sakit Leona.

Menurut Jemy lokasi pemukiman warga di sepanjang bentaran sungai Liliba sangat berpotensi terjadinya longsor. Bahkan membahayakan keselamatan nyawa warga.

Apalagi kejadian longsor bukan baru pertama terjadi tetapi sudah terjadi kedua kali di lokasi yang sama. Sehingga tentunya dicarikan solusi yang tepat sebab kawatir jangan sampai terjadi bencana susulan.

” Lokasi pemukiman warga sangat membahayakan keselamatan jiwa. Lihat saja ada korban meninggal juga ada tiga rumah yang rusak,” ujarnya.

Ia menuturkan petugas sedang mendata total kerugian akibat bencana longsor agar bisa mendapat perhatian bantuan. Warga yang dievakuasi tentunya difasilitasi bantuan darurat. Sedangkan korban yang meninggal tentunya akan mendapat bantuan santunan.

Informasi keluarga kedua jasad korban akan dibawa ke kampung halamannya di Niki-Niki Kabupaten Timor Tengah Selatan. (Tio/09-TB)

Editor Giovanni E. Neno

  • Bagikan