Mahir Perbengkelan Setelah Dikirim Pemkab Belu, Begini Permintaan Pemuda

  • Bagikan

TimorBerita. Atambua –Sebanyak empat rombongan peserta pelatihan kewirausahaan selesai mengikuti pelatihan di lima kota besar Badan Latihan Kerja Kementrian Tenagakerja.

Peserta pemuda perbatasan negara dikirim pemerintah Kabupaten Belu, untuk mengikuti pelatihan ketrampilan berwirausaha.

Perinciannya, empat kelas terdiri dari pelatihan las besi baja yang diikuti 12 peserta di BLK Serang Banten. Pelatihan barber atau gunting rambut pria sebanyak 12 peserta di Wisma Klaben.

Pelatihan pariwisata di Medan diikuti 2 peserta. Pelatihan menjahit pakaian dasar di Semarang sebanyak 4 peserta, dan pelatihan menjahit pakaian dasar anak-anak berjumlah 4 peserta di Semarang.

Yohanes Bosco Bere, peserta pelatihan dari Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, mengaku bangga saat ini sudah bisa mahir di perbengkelan bidang kelistrikan. Ia menuturkan bersama rekannya dikirim Pemerintah Kabupaten Belu untuk mengikuti pelatihan perbengkelan bagian instalasi dan las listrik di BLK Serang Banten.

Baca Juga:  Belu Berduka Lagi, Sudah Tujuh Korban Covid di TPU Masmae

Ia mengaku awalnya tidak memiliki basic kemampuan dibidang kelistrikan. Tetapi melalui pembelajaran teori dan praktek kini memiliki sudah bisa mendapat ketrampilan yang luar biasa setelah mengikuti pelatihan.

” Selama kami di BLK latihan disiplin. Ada teori dan praktek, tetapi kami lebih banyak praktek. Kami senang melalui dukungan pemerintah kami bisa trampil sudah mahir,” ujar Yohanes saat ditemui bersama rekannya di kantor Dinas Nakertrans Belu, Senin (30/11/2020).

Yohanes bersama rekannya berharap dukungan dari pemerintah Kabupaten agar bisa membantu fasilitas pendukung seperti peralatan agar bisa mandiri membuka lapangan pekerjaan.Sehingga ilmu yang sudah didapat bisa dikembangkan melalui usaha perbengkelan.

” Kita minta ada bantuan dari pemerintah kabupaten sehingga bukan hanya selesai dipelatihan
tetapi didukung fasilitas sehingga bisa mandiri,” ujarnya.

Senada disampaikan Valentino Rainhard Labuh. Warga Kelurahan Berdao, Kecamatan Atambua Barat mengaku saat awal berangkat bersama para rekannya. Tidak memiliki pengalaman perbengkelan. Tetapi saat ini sudah mahir dibidang perbengkelan khususnya las listrik.

Baca Juga:  Dukung Listrik Masuk Kampung "Gelap" Oetalus, Pemdes Alokasi Biaya Meteran

” Kami mulai dari nol tetapi setelah mengikuti pelatihan sekarang luar biasa. Senang bisa dapat ketrampilan baru,” tandasnya.

Valentino berharap ada perhatian dari pemerintah bisa memberikan modal usaha dari pemerintah kabupaten. Sehingga bisa kembangkan ketrampilan. Bisa memberikan peralatan seperti las listrik dan peralatan pendukunganya sehingga bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri.

” Kami senang pemerintah sudah fasilitasi kami ikut pelatihan. Kami sudah kembali semoga ada bantuan peralatan dari pemerintah sehingga kembangkan ilmu yang sudah ada. Kami bermimpi kalau bisa punya bengkel masing-masing,” sebutnya.

Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu, Laurentius Nahak berharap peserta yang sudah selesai mengikuti pelatihan bisa kembangkan ilmu dan ketrampilan yang sudah ada.

Sambil menunggu permohonan proposal untuk difasilitasi peralatan penunjang yang dibutuhkan. Sebab saat ini belum bisa diakomodir karena sedang di bahas anggaran 2021. Diupayakan untuk diusulkan di sidang perubahan sehingga bisa membantu pemuda ini.

Baca Juga:  Pasien Sembuh Corona Hadiri Apel, Kapolres Belu Himbau Kawal Vaksin

” Kita minta fokus tidak boleh alasan belum ada fasilitas lalu di rumah saja. Untuk sementara bisa nebeng di bengkel bengkel. Sambil menunggu perhatian dukungan pemerintah,” pintanya.

Dukungan bantuan pemerintah, lanjut Laurentius tentu ada mekanismenya seperti permohonan proposal untuk didisposisi kepada Bupati selanjutnya Dinas mengusulkan anggaran kebutuhannya. Prinsipnya pemerintah sangat mendukung kaum pemuda di Kabupaten Belu untuk berwirausaha dengan ketrampilan yang sudah dimiliki.

“Kita sangat dukung anak anak muda Belu ini untuk kembangkan ketrampilannya. Sebab jangan sampai hanya pekerjaan bengkel las harus jauh jauh sampai di luar NTT. Sedangkan di daerah diisi tenaga kerja dari luar daerah,” tandasnya.

  • Bagikan