Manny Paquiao Gantung Sarung Tinju, Fokus Tarung Pilpres

  • Bagikan

TimorBerita. Jakarta || Manny Pacquiao petinju juara dunia mengumumkan pensiun dari dunia tinju.

Pacquiao yang bermain di delapan kelas dunia resmi gantung sarung tinju di usia 42 tahun.

Dikutip dari Boxingscene yang dilansir CNN Indonesia keputusan Pacquiao pensiun dari tinju karena dorongan dari keluarga. Terlebih lagi saat ini petinju kelahiran Kibawe tersebut tengah maju dalam bursa calon Presiden Filipina.

“Karier tinju saya? Karier tinju saya sudah berakhir, ” kata Pacquiao saat berbicara dalam program Toni Talks.

Pilihan Pacquiao pensiun tersebut menutup kariernya di dunia tinju yang sudah berlangsung sejak 1995.

Baca Juga:  THR PNS Bisa Cair Besok, Siaga Cek Rekening

Duel melawan Yordenis Ugas dalam pertarungan perebutan sabuk kelas welter WBA jadi yang terakhir. Pada pertarungan tersebut, Pacquiao kalah angka dari Ugas, Agustus 2021.

Pertarungan dengan Ugas itu mengakhiri jeda dua tahun sejak mengalahkan Keith Thurman dalam perebutan sabuk juara WBA, Juli 2019.

“Keluarga saya mengatakan itu sudah cukup (berhenti). Saya hanya melanjutkan (bertinju) karena saya bergairah dengan olahraga ini,” ucap Pacquiao.

Selain itu Pacquiao juga melakoni karier sebagai senator di Filipina. Dia sudah terjun ke dunia politik dalam satu dekade terakhir.

Baca Juga:  Embung Rusak, DPRD Malaka Minta APH Turun Tangan

Pada pekan lalu, Pacquiao mengumumkan akan masuk dalam bursa pecalonan Presiden Filipina pada 2022 mendatang. Pacquiao maju setelah menjadi calon dari Partai PDP-Laban.

Dalam laporan tersebut, selama beberapa bulan terakhir Pacquiao berkampanye melawan korupsi di Filipina.

“Saya adalah seorang anak yang menjual roti sebelumnya. Jika saya katakan saya akan menjadi juara dunia dan dikenal di seluruh dunia? Anda akan mengatakan itu sepertinya tidak mungkin,” ucap Pacquiao dilansir dari Boxing247.

Baca Juga:  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

Selama berkarier di dunia tinju sejak 1995, Pacquiao sudah tampil dalam 72 pertarungan, dengan 62 kemenangan, 8 kali kalah, dan 2 kali imbang. Dari 62 kemenangan itu Pacquiao 39 kali menang KO dan 23 kali menang angka.

Gelar juara dunia pertama yang diraih Pacquiao adalah di kelas terbang pada 1998, mengalahkan Chatchai Sasakul. Meski tidak lagi bertinju, Pacquiao mengaku tetap mendukung petinju Filipina lain.

“Saya akan mendukung petinju lain agar kami memiliki juara lagi di Filipina,” tutur Pacquiao.(*/Aska/CNN/TIMBc)

  • Bagikan
error: Content is protected !!