Mantan Kades Akomi dan Ketua TPK Terbukti Korupsi, Ini Putusannya

  • Bagikan

TimorBerita, Kefamenanu – Mantan Kades Akomi Arnoldus Nau Bana dan Ketua TPK Yakobus Sali Feka, diputuskan bersalah dalam perkara tindak pidana korupsi.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Kupang dengan agenda pembacaan putusan Majelis Hakim dengan terdakwa Arnoldus Nau Bana dan Yakobus Sali Feka.

Sidang tersebut dipimpin Derman Parlungguan Nababan, SH., MH selaku Ketua didampingi Lisbet Adelina, SH dan Yulius Eka Setiawan dihadiri Penuntut Umum Andrew Keya, SH dan Penasihat Hukum kedua terdakwa yang dilakukan secara virtual.

Majelis Hakim dalam amar putusannya memutuskan terdakwa Arnoldus Nau Bana, dihukum pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan dikurangi masa tahanan dan Denda.

Baca Juga:  Sidang Kredit Macet Bank NTT, Saksi Akui Ada Sewa Purel Temani Mantan Bos

Mantan Kades Akomi ini juga di denda sebesar Rp 200.000.000 dan mewajibkannya untuk membayar uang pengganti sebesar Rp 585.911.660.

Sedangkan terdakwa Yacobus Sali Feka selaku ketua TPK di pidana penjara selama 4 tahun dan denda sebesar Rp 100.000. Juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian keuangan negara sebesar Rp 148.339.107.

“Kedua terdakwa dalam waktu 1 bulan jika tidak membayar maka harta benda terdakwa disita oleh Jaksa dan dilelang guna menutupi uang pengganti. Jika harta benda terpidana tidak mencukupi diganti dengan pidana penjara selama 1 tahun,” tandas
Kasie Pidsus Kejari TTU Andrew P. Keya saat ditemui Rabu 27 April 2022.

Baca Juga:  Komunitas Bellator Fatuteke Gelar Lomba Free Fire, 48 Team Bertarung

Ia menjelaskan, dalam pertimbangan Majelis Hakim menyatakan para terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan Subsisair melanggar pasal 3 Jo.Pasal 18 UU Nomor 31 Tahun 1999 Jo. UU Nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Menurut Andrew terhadap putusan Majelis Hakim kemudian menanyakan kepada pihaknya selaku Penuntut Umum dan terdakwa tentang sikap atas putusan dan ditanggapi bahwa terhadap putusan Majelis Hakim Penuntut Umum dan terdakwa menyatakan sikap masih pikir-pikir.

“Kita akan melaporkan terlebih dahulu kepada Pimpinan atas putusan ini karena waktu pikir-pikir selama 7 hari sehingga masih ada waktu untuk menyatakan sikap resmi atas putusan Majelis Hakim,” ungkapnya.

Baca Juga:  Pilkades Serentak VS Fenomena Politik Uang

Dua terdakwa divonis dalam sidang perkara tindak pidana korupsi Pengelolaan Keuangan Dana Desa Akomi tahun 2015 hingga tahun 2020.

Sebelumnya Penuntut Umum Kejari TTU menuntut terdakwa Arnoldus Nai Bana selaku mantan Kades Akomi dengan pidana penjara selama 5 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta serta Uang Pengganti sebesar Rp 585.911.660.

Sedangkan terdkawa Yacobus Sali Feka selaku ketua TPK dengan pidana penjara selama 4 tahun dan 6 bulan serta denda sebesar Rp 100 juta dan Uang Pengganti sebesar Rp148.339.107.

  • Bagikan