Mantan Kepala Desa Kereana Protes, Namanya Diseret Temuan Dana Desa

  • Bagikan

Timor Berita.Betun || Inspektorat Kabupaten Malaka dinilai salah menetapkan penanggung jawab temuan/ penyelewengan Dana Desa Kereana, Kecamatan Babotin Leobele, Kabupaten Malaka, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Tak terima namanya ikut terseret, Mantan Kades Kereana protes. Ia keberatan sebab temuan dana desa temuan audit Inspektorat bukan diera kepemimpinannya.

Kepada Timor Berita Kamis (27/5/2021) Mantan Kepala Desa Kereana, Yakobus Ulu Ose mengaku
kaget saat diumumkan hasil temuan Dana Desa Kereana hasil audit Inspektorat, namanya ikut terseret sebagai penanggungjawab.

Yakobus menuturkan hasil temuan audit inspektorat di pemerintahan penjabat desa. Sehingga penetapan namanya sebagai penyeleweng dana desa harus ditinjau ulang.

Baca Juga:  Pengaduan Lancar, Kajari TTU Komitmen Proses Tuntas

Menurut Yakobus hasil temuan isnpektorat itu di masa kepemimpinan Bernadus Bria Berek yang menjabat sebagai penjabat Kepala desa Kereana tahun 2018 dan tahun 2019.

” Temuan itu bukan di masa saya. Tetapi dimassanya Penjabat Desa Bernadus. Seharusnya dia yang menjadi penanggung jawab dari semua kerugian negara itu,” tandas mantan kepala desa Kereana.

Menurut Yakobus, temuan itu dimasanya penjabat desa yang mengelola item pembangunan di desa Kereana . Sehingga Bernadus yang bertanggung jawab atas semua kerugian uang negara itu.

Ia menuturkan saat itu 13 Agustus 2018 dirinya ajukan permohonan pengunduran diri dari jabatan kepala desa kepada Bupati Malaka tanggal, alasan untuk maju sebagai calon legislatif. Bukti pengunduran dirinya dibuktikan melakui SK Bupati.

Baca Juga:  Besok, Desa Sejahtera Deklarasi Ditargetkan 2000 Orang Hadir

Lanjut Yakobus, setelah menerima SK pemberhentian dari Bupati ia tidak lagi terlibat degan urusan pemerintahan desa Kereana. Sehingga semua pengelolaan kegiatan bukanlagi menjadi tanggung jawabnya.

“Saya kaget tahun 2019 bukannya nama penjabat desa yang disebut tapi malah saya yang disebut sebagai penanggungjawab. Inspektorat yang benar saja,” kesal Yakobus.

Terpisah, Bernadus Bria Seran Penjabat Desa Kereana tahun 2018-2019 saat dikonfirmasi melalui telphone selulernya enggan berkomentar. Ia meminta wartawan media ini untuk bersabar dan baru diklarifikasi di kesempatan lain karena alasan sedang dalam perjalanan.

Baca Juga:  THR PNS Bisa Cair Besok, Siaga Cek Rekening

” Nanti saja saya masih dalam perjalanan,” ujar Bernadus.

Sementara Inspektur Inspektorat Malaka, Remigius Leki saat dikonfirmasi Jumat (28/05/2021) membenarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) hasil audit Inspektorat Malaka. Hasilnya adanya temuan kerugian dana desa Kereana pada sejumlah item kegiatan.

Menurut Remigius terkait siapa penanggungjawab apakah mantan kepala desa atau penjabat desa, nantinya akan diklarifikasi dalam proses hukum pemeriksaan di Kejari Belu nanti.

” Iya itu di LHP ada pernyaatan semua. Nanti sampai di Kejaksaan baru di klarifikasi kebenarannya,” tandas Remigius (Vigal)

  • Bagikan